Garudayaksa FC Juara Pegadaian Championship, Ini Kata Pelatih Widodo
Garudayaksa FC keluar sebagai juara Pegadaian Championship 2025/2026 setelah mengalahkan PSS Sleman di partai final.
Petugas Dinas Kesehatan Kota Jogja meneliti sampel darah para pedagang dalam tes cepat atau Rapid Diagnostic Test (RDT) Covid-19 di Pasar Beringharjo, Jogja, Rabu (03/06/2020). /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA—Jaga jarak menjadi salah protokol yang terus gencar dilakukan saat pandemi. Namun dibeberapa lokasi, seperti pasar yang banyak memuat pedagang luberan, seringkali protokol tersebut sulit terpenuhi.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jogja, Yunianto Dwi Sutono mengatakan pihaknya tengah mendisiplinkan pedagang luberan di sejumlah pasar. Terbaru, pedagang luberan Pasar Sentul terpaksa didisiplinkan. "Kita lakukan penataan tujuannya agar bisa menerapkan protokol kesehatan di pasar," terang Yunianto dihubungi pada Selasa (7/7/2020).
BACA JUGA : Takut Dikucilkan, Banyak Pedagang di Bantul Kabur
Menurut keterangan Yunianto, sebagain besar pedagang luberan Pasar Sentul tidak resmi dalam artian tidak memiliki kartu pedagang. Dia menambahkan penataan ini juga untuk mengetahui apakah pedagang di dalam pasar juga telah memiliki izin resmi atau kartu pedagang. Karena tak jarang, Yunianto menemukan beberapa pedagang yang memiliki los, lapak, atau kios di dalam pasar juga berjualan di luar.
Dalam penataan pasar ini, Yunianto berkoordinasi bersama pihak paguyuban pedagang dan pemangku wilayah. Pasar Sentul misalnya, Yunianto mengatakan lokasi tersebut menjadi salah satu yang sulit ditata karena karakter pasarnya yang sempit. Meski sulit, Yunianto tetap meminta pedagang untuk tetap menegakkan protokol Covid-19 seperti menggunakan masker dan rajin cuci tangan.
BACA JUGA : Penularan Covid-19 dari Klaster Pedagang Ikan
"Kami koordinasi dengan paguyuban pasar, karena pedagang juga rentan terpapar," ujarnya.
Yunianto mengatakan saat ini penataan yang dilakukan masih mengedepankan aspek kekeluargaan. Yunianto menyebutkan penertiban akan dilakukan dengan upaya tanpa menggusur atau memindah dan hal itu akan berlaku untuk semua pasar.
"Di pasar antara warga dan pedagang itu sudah saling kenal, jadi kita kedepankan asas kekeluargaan dan kearifan lokal," tuturnya.
Salah satu strategi yang rencananya akan diterapkan yakni pengetatan jam operasional Pasar Sentul. Bila biasanya pedagang luberan buka hingga pukul 10.00 WIB, Yunianto meminta agar pedagang mau untuk tutup lebih gasik yakni pukul 08.00 WIB.
Sementara itu Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jogja, Agus Winarto mengatakan pihaknya hanya membantu Disperindag Kota Jogja dalam penataan pasar. Pihaknya siap menyokong upaya penertiban dan penataan dengan menerjunkan satu regu Satpol PP yang berjumlah sepuluh personil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Garudayaksa FC keluar sebagai juara Pegadaian Championship 2025/2026 setelah mengalahkan PSS Sleman di partai final.
Pratama Arhan memperkenalkan Inka Andestha sebagai kekasih barunya lewat unggahan romantis di Instagram usai resmi bercerai dari Azizah Salsha.
Sony resmi membawa PS5 Pro ke Indonesia mulai 20 Mei 2026 dengan harga Rp15,499 juta. Ini spesifikasi, fitur AI, dan peningkatannya.
Libur panjang mendongkrak wisata Bantul. Sebanyak 35.011 wisatawan berkunjung dengan retribusi mencapai Rp506,3 juta.
Fitur Instants Instagram bikin banyak pengguna salah kirim foto. Berikut cara menonaktifkan dan membatalkan Instants agar privasi tetap aman.
Alex Marquez diduga melaju lebih dari 200 km/jam saat mengalami crash horor di MotoGP Catalunya 2026. Ini estimasi kecepatannya.