Pemadaman Listrik Berulang OPD Gunungkidul Diminta Siapkan Genset
Pemkab Gunungkidul minta OPD cek genset menyusul seringnya pemadaman listrik yang ganggu layanan publik.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Penularan Covid-19 dari klaster pedagang ikan di Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul, belum berhenti. Senin (15/6/2020), ada tambahan satu pasien positif sehingga kasus infeksi Corona dari klaster bakun ikan berjumlah 12.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Dewi Irawati mengatakan pasien positif Corona di Gunungkidul berjumlah 49 kasus. Sebanyak 12 kasus positif berasal dari klaster pedagang ikan.
“Hari ini [kemarin] ada satu penambahan kasus dari pedagang ikan,” kata Dewi kepada wartawan, Senin siang.
Menurut dia, penularan dari pedagang ini menjadi fokus penanganan karena untuk klaster lain di Gunungkidul seperti Gadungsari dan Indogrosir telah berhenti. "Sekarang penanganan difokuskan untuk klaster pedagang ikan yang potensinya masih bisa bertambah," katanya.
Dewi mengungkapkan penelusuran terus dilakukan agar potensi penyebaran tidak terus meluas. Dari 49 kasus positif di Gunungkidul, 37 orang yang sudah dinyatakan sembuh, sebelas pasien lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit, dan satu pasien meninggal dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul minta OPD cek genset menyusul seringnya pemadaman listrik yang ganggu layanan publik.
Dispar Kota Jogja mempercepat sertifikasi halal sektor wisata dan kuliner untuk menyambut pemberlakuan wajib halal Oktober 2026.
Penanaman budaya, karakter, dan nilai moral harus dimulai dari lingkungan keluarga agar keistimewaan DIY tetap terjaga di tengah perubahan zaman.
Royalti musik DIY masih rendah. Kemenkum DIY dan LMKN mendorong hotel, kafe, dan pusat belanja patuh membayar royalti musik.
Pergeseran tren wisata global menuju wellness tourism dibahas dalam Stipram Creative Venture Fest 2026 di Yogyakarta.
Pemerintah memetakan kebutuhan SDM hilirisasi. Perguruan tinggi diminta menyiapkan lulusan yang sesuai kebutuhan industri strategis.