BYD M6 Tes Jalan di Bantul, MPV Listrik Tembus 530 Km
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Ilustrasi./Reuters-Mike Hutchings
Harianjogja.com, BANTUL--Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY memprediksi musim kemarau tahun ini masih berlangsung sampai pertengahan Oktober mendatang. Namun puncak kemaraunya terjadi pada Agustus. Masyarakat diimbau untuk berhemat air bersih.
“Kami predisiksi September masih kemarau sampai pertengahan Oktober. Biasanya Bantul Oktober dasarian III sudah normal,” kata Kepala Stasiun Klimatologi (Staklim) Mlati, Reni Kraningtyas, saat ditemui di Parasamya, Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bantul, Senin (13/7/2020).
BACA JUGA : Atasi Kekeringan, BPBD Gunungkidul Siapkan Dana
Reni mengatakan musim kemarau tahun ini juga berbeda dengan kemarau pada tahun-tahun sebelumnya. Kemarau kali ini, kata dia, cenderung lebih basah. Artinya sampai menjelang puncak musim kemarau masih terjadi hujan meski dengan intensitas kecil seperti yang terjadi pada Juni dan Juli ini.
Menurut dia, musim kemarau bisa saja ada hujan, namun curah hujan di musim kemarau pada satu dasarian biasanya kurang dari 50 milimeter, “Atau jika ditotal tiga dasarian berturut-turut dalam satu bulan curah hujan kurang dari 150 mimimeter,” kata Reni.
Kendati demikian musim kemarau ini diakuinya berpotensi menyebabkan kekeringan di sejumlah wilayah di DIY. Reni meminta masyarakat untuk melakukan langkah-langkah kewaspadaan jelang puncak kemarau untuk berhemat air.
BACA JUGA : Pemkab Mulai Petakan Wilayah Rawan Kekeringan
Selain itu para petani juga harus bijak untuk bercocok tanam dengan tidak memaksakan menanam tanaman yang membutuhkan banyak air, “Kecuali pada daerah-daerah dimana meski kemarau ada irigasi bisa melakukan tanam padi,” kata Reni.
Reni juga menganjurkan masyarakat untuk lebih banyak minum air putih dan mengkonsumsi vitamin untuk menjaga stamina agar idak terjadi dehidrasi. Pihaknya juga mewaspadai potensi terjadinya kebarakan hutan selama kemarau dan adanya peningkatan gelombang air laut sampai dua meter.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Dwi Daryanto mengatakan sampai saat ini belum ada informasi terjadinya kekeringan di Bantul. Namun demikian belajar dari kekeringan tahun lalu, pihakya sudah melakukan langkah pemetaan wilayah untuk dropping air bersih berdasarkan data sebaran droping air bersih pada 2019.
Selain itu BPBD juga telah mengoptimalkan pos pemadam kebarakan untuk mengantisipasi terjadinya bencana kebakaran. Dari lima pos damkar saat ini BPBD Bantul sudah memiliki tujuh pos damkar yang tersebar di pos induk BPBD, pos Kasihan, Banguntapan, Imogiri, Sedayu, Pundong, dan Piyungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Cara membedakan oli asli dan palsu perlu diketahui pemilik kendaraan. Kenali ciri kemasan, warna, hingga dampak fatal oli palsu terhadap mesin mobil dan motor.
Jadwal Japan Open 2026 perempat final: Alwi Farhan vs Naraoka, Putri KW vs Wang Zhiyi, Fajar/Fikri vs Lane/Vendy. Simak tantangan 4 wakil Indonesia.
Apple Intelligence resmi dapat izin di China, tapi beda dengan versi global. Baidu dan Alibaba jadi otak AI iPhone. Kapan rilis? Simak selengkapnya.
Bupati Gunungkidul mengusulkan relokasi SMK Kelautan Tanjungsari karena sering terdampak banjir. Baleharjo dan Paliyan menjadi dua lokasi yang dipertimbangkan.
Louis Vuitton rancang koper mewah untuk trofi Piala Dunia 2026. Simbol kemenangan dan kemewahan ini akan diarak di final. Simak selengkapnya.