Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Ilustrasi penyu mati./Antara-Virna Puspa Setyor
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bangkai penyu seberat 40 kilogram ditemukan di kawasan Pantai Somadeng, Kapanewon Tepus, Selasa (21/7/2020). Penemuan bangkai ini adalah yang kedua dalam rentang waktu tiga hari terakhir.
Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Surisdiyanto mengatakan, temuan penyu mati pertama terjadi di kawasan Pantai Watukodok, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari pada Minggu (19/7/2020). Penyu mati ini memiliki berat sekitar 15 kilogram, sedangkan jenisnya belum diketahui karena langsung dikuburkan tanpa dilakukan identifikasi.
Selang dua hari, juga ditemukan seekor penyu mati dan terseret ombak hingga mendarat di kawasan Pantai Somadeng, Kapanewon Tepus. Bangkai ini lebih besar ketimbang bangkai yang ditemukan di Pantai Watukodok karena memiliki diameter 30 centimeter dan berat sekitar 30 kilogram. “Setelah ditemukan langsung dikubur agar tidak menimbulkan bau yang bisa mengganggu kenyamaanan pengunjung,” kata Suris kepada wartawan.
Menurut dia, penyebab kematian penyu tersebut tidak ada yang tahu karena saat ditemukan sudah dalam kondisi mati. “Rata-rata yang terdampar di pantai sudah dalam keadaan mati. Jadi, langsung dikuburkan tanpa melihat jenis penyu apa,” ungkapnya.
Suris menjelaskan wilayah Pantai Selatan dahulu sering menjadi tempat pendaratan penyu untuk bertelur. Namun karena perkembangan pariwisata, penyu mulai jarang terlihat. Masyarakat juga tidak berani menangkap penyu seiring sosialisasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul dan kepolisian. “Hewan itu dilindungi dan sekarang tidak ada lagi yang menangkap,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono. Menurut dia, temuan bangkai penyu bukan hanya terjadi pada saat sekarang. Tahun lalu masyarakat pesisir juga menemukan dua bangkai di lokasi Pantai Somadeng dan Kukup.
Menurut dia, keberadaan penyu sudah jarang sekali terlihat karena terpengaruh kunjungan dari wisatawan. Hal ini berbeda dengan pada saat pariwisata belum berkembang pesat, kawanan penyu masih mudah dilihat di sejumlah pantai di Gunungkidul. “Saya lihat terakhir penyu mendarat di 2013 lalu di kawasan Pantai Drini. Sekarang penyu sulit ditemukan di kawasan itu ditemukan karena pantai sudah digunakan untuk aktivitas berjualan,” katanya.
Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul beberapa waktu lalu sudah melakukan survei pantai yang sering digunakan sebagai pendaratan penyu. Beberapa pantai meliputi Butuh, Ngulen, Ngedan, Soridam. Karawak, dan Piyuyon, Woh Kudu, Kayu Arum, Porok, Ngrumput, Seruni, dan Ngitun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan kasus sabu 98 kg, di salon Mangga Besar. BNN juga menyita uang dan aset Rp39,95 miliar.
Tujuh tentara AS dilaporkan tewas dalam bentrokan di USS Abraham Lincoln. Insiden disebut dipicu stres akibat perang berkepanjangan.