Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Meningkatnya jumlah pasien positif Corona di DIY akhir-akhir ini adalah tanda mulai terkikisnya gunung es penyebaran Covid-19.
Epidemolog UGM, Riris Andono Ahmad, mengatakan peningkatan penemuan kasus per hari dalam beberapa waktu terakhir kemungkinan besar adalah efek dari banyaknya pemeriksaan sehingga tidak bisa langsung disimpulkan sebagai munculnya gelombang kedua penularan Covid.
“Belum tentu [gelombang Covid-19 kedua]. Bisa jadi peningkatan kasus karena semakin banyaknya jumlah sampel yang diperiksa setiap hari, sehingga penemuan semakin banyak juga,” ujar Doni, sapaan akrab Riris Andono Ahmad kepada Harian Jogja, Kamis (23/7/2020).
BACA JUGA: Kecewa PDIP Pilih Gibran, Ini Curhat Blak-blakan Hadi Rudyatmo
Pendapat senada disampaikan Kepala Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKL PP), Irene. Dia memaklumi semakin banyaknya kasus Covid-19 yang ditemukan saat ini. Sebab, pemeriksaan semakin masif dan kasus-kasus yang tak kelihatan seperti gunung es mulai terkuak.
“Semisal dulu diperiksa 10 kasus positifnya satu, sekarang yang diperiksa 100 kasus positifnya 10. Wajar," ungkapnya.
“Ini artinya kita sedang mengikis fenomena gunung es, kita menemukan kasus secara dini.”.
BACA JUGA: Kecewa Hasil Rekomendasi Pilkada 2020, Pengurus PDIP Gunungkidul Mundur
Penemuan kasus lebih dini, kata Irene, justru merupakan perkembangan bagus karena bisa menghindarkan pasien dari gejala yang lebih berat bahkan kematian. Biaya yang dikeluarkan juga tidak terlalu banyak karena pasien lebih cepat sembuh.
BBTKL PP, kata dia, saat ini bisa menyelesaikan 8-10 bach per hari dengan jumlah pemeriksaan 900-1.000 sampel dari DIY dan Jawa Tengah. "Kapasitas tadinya cuma 300 sampel. Pemda Jateng dan DIY membantu kami menyediakan reagen dan BHP [bahan habis pakai]," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Febrie Adriansyah diperiksa hampir 7 jam dan dicecar soal Tan Kian. Kuasa hukum menyebut Febrie tegas membantah menerima uang dari Tan Kian.
Jalan Baru Kretek-Girijati sepanjang 5 Km mulai uji coba open traffic 14-20 September 2026 dengan pembatasan kendaraan dan jam operasional.
Keterkaitan Boy Thohir dengan MGLV tercatat melalui PT Trinugraha Thohir yang memiliki 2,25% saham serta PT Trinugraha Thohir Harmoni sebesar 4,86%.
DPRD DIY meminta DTSEN tidak diterapkan kaku karena data bansos harus diuji dengan kondisi riil warga, termasuk pekerja informal dan pengguna pinjol.
Gus Kikin memastikan tetap menjaga kedekatan dengan PWNU Jatim meski lebih banyak bertugas di Jakarta sebagai Ketua Umum PBNU 2026–2031.