KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Perbukitan di Sleman yang gundul karena aktivitas pembangunan perumahan-Harian Jogja/Hery Setiawan (ST18)
Harianjogja.com, SLEMAN– Sebuah kiriman dari pemilik akun Twitter @calondolanan mengundang perhatian sejumlah warganet. Kiriman tersebut berisi pemandangan bukit di wilayah Sleman barat yang tampak gundul. Pemilik akun menilai bahwa penggudulan bukti tersebut merupakan eksploitasi terhadap alam.
Tanggapan pun datang dari pemilik akun Twitter Calon Bupati Sleman. Ia menyoroti perizinan yang belum jelas terkait aktivitas tersebut. Berunglang kali ia menandai akun Bupati Sleman Sri Purnomo dan Pemkab Sleman untuk dimintai kejelasan. Tapi sayang belum ada respon yang datang dari pihak pemerintah daerah.
Selasa sore, (28/7/2020), Harianjogja.com meninjau langsung lokasi bukit gundul yang dikatakan berada di perbatasan antara Kecamatan Seyegan dan Kecamatan Godean.
Sebuah bukit pun ditemukan. Lokasinya berada di Dusun Klangkapan, Desa Margoluwih, Kecamatan Seyegan, Sleman. Warga setempat akrab mengenal bukit tersebut sebagai Gunung Gedang. Saat ditinjau, memang, kondisinya sudah gundul. Hanya tersisa tumbuhan serta pepohonan yang masih bertahan.
Tak hanya itu, sejumlah alat berat pengeruk tanah juga terlihat tengah beroperasi di pucuk bukit. Ada pula alat berat yang beroperasi di badan bukit. Alat berat tersebut mengeruk material lalu mengangkatnya ke dalam truk.
Di bagian timur bukit tersebut, atau tepatnya di sisi Jalan Godean – Seyegan, ada sebuah jalan tanah untuk masuk ke area bukit. Wujudnya mirip seperti pintu masuk kendaraan proyek. Beberapa truk pengangkut juga terlihat lalu lalang membawa material turun dari atas bukit.
BACA JUGA: Gambar Peta Tol Jogja-Bawen Tak Sesuai, Warga Seyegan Kebingungan
Terlihat pula papan identitas proyek beserta nama pengembangnya. Tertulis di sana bahwa proyek tersebut merupakan milik pengembang bernama The Panorama Resort.
Kepada harianjogja.com, Arif, salah seorang yang berjaga di pintu masuk tersebut mengatakan bahwa Bukit Gunung Gedang dulunya milik warga setempat. Lalu pihak pengembang kemudian membelinya untuk kelak dijadikan perumahan. Jumlah unitnya, menurut Arif bisa mencapai 300 unit. Ia juga mengaku sudah ada sekitar 20 orang yang berminat membeli aset di wilayah tersebut.
Pengerjaan proyek itu, katanya sudah berlangsung selama satu tahun. Targetnya tiga hingga empat tahun mendatang sudah bisa selesai. Maksud dari “selesai” adalah pembangunan perumahan sudah bisa dimulai.
“Ngurugnya sampai selesai. Nanti bukitnya disisain 5 meter,” katanya saat ditanya sampai kapan pengerukan bukit berlangsung.
Sayangnya, Arif tak mengerti pasti berapa tinggi bukit Gunung Gedang saat ini. Begitu pula dengan tinggi bukit sebelum menjadi gundul karena dikeruk oleh alat berat.
Aktivitas pengerukan tanah rupanya tak hanya dilakukan oleh pihak pengembang. Di sisi barat bukit Gunung Gedang sejumlah mobil bak terbuka juga tampak tertatih menaiki bukit. Kondisi jalan yang berupa tanah serta medan yang cukup curam membuat pengemudi cukup kesulitan untuk menjangkau badan bukit.
Kata Arif, mobil-mobil tersebut merupakan milik warga setempat yang digunakan untuk mengangkut sisa-sisa tanah liat alias lempung. Aktivitas itu sudah berlangsung sejak lama, sebelum pihak pengembang datang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 28 September 2026 tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 28 September 2026 lengkap 15 perjalanan dan tarif Rp8.000, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.
John Herdman meminta pemain Timnas Indonesia menjaga “rumah” saat menghadapi Malaysia pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup.