Pemberdayaan Masyarakat dan Semangat Pembangunan Indonesia
Pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Virus Corona dikabarkan menginfeksi pegawat Pemkot Jogja.
Satu tenaga teknis di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta terkonfirmasi positif COVID-19, namun hingga saat ini masih terus ditelusuri asal mula penularan dengan proses \'tracing\' terhadap aktivitas dan kontak erat pasien.
“Proses \'tracing\' terus dilakukan dan kami mencari dari mana sumber penularannya, karena tenaga teknis ini sama sekali tidak pernah melakukan perjalanan ke luar kota atau ke daerah-daerah yang masuk zona merah,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Tri Mardaya di Yogyakarta, Jumat (31/7/2020).
Sebelum dinyatakan positif terpapar COVID-19, tenaga teknis tersebut mengeluhkan sejumlah gejala seperti sesak napas, batuk, dan pilek. Ia kemudian melakukan swab test secara mandiri pada 25 Juli dan terkonfirmasi positif COVID-19 pada 28 Juli.
Selain mencari sumber penularannya, kata Tri, juga dilakukan \'contact tracing\' terutama di lingkungan kerja serta di masyarakat.
Sebanyak enam rekan pasien yang biasanya bekerja satu ruangan, kini menjalani isolasi mandiri dan dijadwalkan melakukan rapid test pada Selasa, 4 Agustus. Ruang kerja pegawai di salah satu dinas tersebut juga akan didisinfeksi.
BACA JUGA: Pecah Rekor Terbanyak! Hari Ini Covid-19 di DIY Bertambah 64 Kasus
Penjadwalan rapid test, lanjut Tri, disesuaikan dengan penghitungan potensi paparan agar hasil dari uji cepat lebih akurat.
“Kami juga melakukan \'tracing\' ke tempat-tempat lain yang didatangi dan ditemukan lima orang yang melakukan kontak dengan beliau. Kelimanya melakukan kontak selama lebih dari 15 menit,” katanya yang kemudian berkoordinasi dengan sejumlah puskesmas untuk melakukan \'contact tracing\'.
Tri menambahkan bahwa pihaknya juga sudah melakukan penelusuran terhadap berbagai kegiatan yang dilakukan oleh pasien positif tersebut sepanjang Juni dan Juli.
“Kami membuat semacam peta yang berisi praduga-praduga potensi awal mula penularan. Jika memang praduga itu kuat, maka akan langsung dilakukan swab,” katanya.
Sementara itu, Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, upaya penelusuran dan \'contact tracing\' dilakukan secepatnya untuk mencegah potensi penularan yang lebih luas.
“Harus bisa dicegah secepatnya supaya tidak semakin menyebar kemana-mana,” katanya yang juga menyatakan seluruh anggota keluarga dari tenaga teknis tersebut sudah melakukan uji swab.
Berdasarkan data corona.jogkakota.go.id hingga Kamis (30/7/2020), jumlah pasien positif COVID-19 yang masih menjalani perawatan di Yogyakarta tercatat 10 orang, 39 pasien sembuh, dan tiga meninggal dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan.
BPJS Ketenagakerjaan mencatat 125.000 pekerja PHK telah mencairkan JHT hingga Juli 2026, sementara 31.000 pekerja menerima JKP.
Megawati Soekarnoputri menyoroti eksploitasi tambang dan hutan yang dinilai hanya menguntungkan segelintir pihak serta mengancam generasi mendatang.
BGN mempertimbangkan test kit di setiap dapur SPPG untuk mendeteksi kandungan berbahaya pada makanan dan mencegah keracunan MBG.
BI mencatat transaksi KKI pemerintah mencapai Rp147,8 miliar pada triwulan II 2026, naik 69,5 persen dibanding tahun sebelumnya.
DPRD Gunungkidul meminta pemkab memperkuat mitigasi dampak kemarau panjang hingga November agar pertanian dan stok pangan tetap aman.