Kasus Dugaan Pelecehan, UMY Lakukan Investigasi Menyeluruh
UMY menonaktifkan sementara dosen Prodi Farmasi FKIK terkait dugaan pelecehan seksual sambil menunggu investigasi dan pemeriksaan tuntas.
Petugas Dinas Kesehatan Kota Jogja meneliti sampel darah para pedagang dalam tes cepat atau Rapid Diagnostic Test (RDT) Covid-19 di Pasar Beringharjo, Jogja, Rabu (03/06/2020). /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL—Kondisi Covid-19 di DIY kian mengkhawatirkan setelah dilakukannya screening massal. Salah satunya adanya peningkatan kasus dari kalangan karyawan yang bekerja di fasilitas layanan kesehatan.
Selama dua hari pada rekap data per Jumat (31/7/2020) dan Sabtu (1/8/2020) terjadi penambahan sebanyak 43 karyawan kesehatan yang dinyatakan positif Covid-19.
Selama dua hari itu pula jumlah kasus positif Covid-19 di DIY mengalami lonjakan yang signifikan. Jika pada Jumat tercatat total ada penambahan 64 kasus dalam sehari merupakan hasil pemeriksaan dari 1.085 sampel diambil dari 760 orang. Sedangkan Sabtu kemarin ada 67 kasus baru dengan jumlah yang diperiksa di laboratorium sebanyak 734 sampel dari 639 orang.
BACA JUGA : Tenaga Kesehatan Puskesmas Sewon II yang Positif Covid-19
Jika pada Jumat (31/7/2020) distribusi kasus paling besar berasal dari hasil screening karyawan kesehatan dengan angka mencapai 26 positif Covid-19. Sedangkan pada Sabtu (1/8/2020), screening karyawan kesehatan juga menunjukkan hasil cukup tinggi dengan angka penambahan 17 kasus dalam sehari. Dengan demikian dalam dua hari terakhir ada 43 kasus baru yang berasal dari kalangan karyawan kesehatan.
Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih membenarkan bahwa hasil screening karyawan kesehatan itu lebih banyak didominasi berasal dari Bantul. “Njih [iya] [didominasi] Bantul,” katanya Sabtu (1/8/2020).
Berty tak menjelaskan secara detail karyawan kesehatan tersebut terdiri dari jenis profesi apa saja, namun ia memberikan gambaran mereka bekerja di fasilitas layanan kesehatan seperti Puskesmas.
“Karyawan kesehatan, dari Puskesmas,” katanya lagi.
BACA JUGA : Banyak Tenaga Kesehatan di DIY Terinfeksi Covid-19, tetapi
Selain karyawan kesehatan, distribusi kasus berdasarkan riwayat dengan angka cukup tinggi sebanyak 24 kasus pada Jumat (31/7/2020) yang belum diketahui secara pasti keterangan atau asal muasal riwayatnya. Kemudian disusul adanya hasil tracing karyawan salah satu koperasi di Sleman dengan angka sebanyak 17 kasus pada Sabtu (1/8/2020).
Berty mengatakan peningkatan kasus di DIY ini salah satunya disebabkan karena dilakukan screening massal. “Di antaranya begitu [karena swab massal dan screening],” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UMY menonaktifkan sementara dosen Prodi Farmasi FKIK terkait dugaan pelecehan seksual sambil menunggu investigasi dan pemeriksaan tuntas.
Kemkomdigi telah memutus akses 3,7 juta situs dan konten judi online sejak Oktober 2024. Sebanyak 32.500 rekening juga ditutup.
Komdigi mengesahkan hasil seleksi frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. XLSMART unggul di 700 MHz, Telkomsel teratas di 2,6 GHz.
Inacraft 2026 resmi digelar di JEC Yogyakarta pada 15-19 Juli dengan target 25.000 pengunjung, transaksi Rp8 miliar, dan kontrak bisnis global.
BNPB mencatat 10.407 warga Klaten terdampak kekeringan menerima 1,18 juta liter air bersih selama 15 Juni hingga 13 Juli 2026.
Libur sekolah mendongkrak wisata Sleman hingga 921.851 kunjungan. Wisata alam Merapi, Candi Prambanan, dan Family Recreation Park menjadi favorit.