Kementerian Komdigi Berdayakan Duta Damai BNPT Jadi Penyuluh Informasi
“Saat ini kita memiliki isu krusial, yakni kebijakan PP Tunas sebagai payung hukum perlindungan anak di ruang digital,”
Salah satu komunitas yang mengatasnamakan anggota Barisan Ansor Serbaguna atau Banser Nahdlatul Ulama (NU) membentangkan spanduk bertuliskan "Aku Wong NU Dukung No-To, Selasa (4/8/2020) malam. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin.
Harianjogja.com, BANTUL--Kepala Satuan Koordinator Wilayah (Kasatkorwil) Barisan Ansor Sebaguna atu Banser DIY Nur Wahid menyatakan bahwa Banser secara organisasi tidak berpolitik praktis. Namun, jika ada anggota yang dukung mendukung dalam pilkada itu dinilai wajar selama tidak membawa-bawa seragam organisasi.
"Kalau dukungan dilakukan dengan deklarasi dan menggunakan baju, bendera, lambang-lambang dari organisasi, tentunya itu tidak tepat dan menyalahi dari AD/ ART organisasi, terlebih yang melakukan diduga bukan dari anggota Banser, maka lebih fatal lagi," kata Wahid, saat dihubungi Rabu (5/8/2020).
BACA JUGA : Banser Ancam Perkarakan Dukungan ke Suharsono-Totok
Dalam kasus deklarasi dukungan kelompok yang mengatasnamakan Banser untuk pasangan calon bupati dan wakil bupati Bantul, Suharsono-Totok Sudarto, pada Selasa malam, kata Wahid, masih dalam proses investigasi. "Siapa siapa yang terlibat, tentunya akan kami tindaklanjuti secara proporsional," ujar Wahid.
BACA JUGA : Kelompok Mengatasnamakan Banser NU Dukung Suharsono
Puluhan orang berseragam Banser NU ikut mendeklarasikan diri mendukung Suharsono-Totok bersama sukarelawan Sapu Jagat. Sapu Jagat yang dideklarasikan terdiri dari santri, warga, pedagang kaki lima, hingga pelaku seni. Sebagian besar di dalamnya diklaim warga Nahdliyin atau warga NU non struktural.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Saat ini kita memiliki isu krusial, yakni kebijakan PP Tunas sebagai payung hukum perlindungan anak di ruang digital,”
Simak jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 lengkap dengan niat, tata cara, dan keutamaannya menjelang Iduladha.
PLN pastikan listrik Sumatra pulih bertahap usai gangguan transmisi, 176 gardu induk kembali normal.
Selat Solo jadi alternatif olahan daging kurban yang unik. Perpaduan Jawa-Belanda, lezat, dan makin populer saat Idul Adha.
Kelangkaan solar subsidi di luar Jawa picu antrean panjang dan lonjakan biaya logistik jelang Iduladha 2026.
Masjid Sheikh Zayed Solo gelar Iduladha 2026 dengan 50 sapi kurban dan Festival Bulan Haji. Ada pasar gratis hingga nikah massal.