Rumah Duka Guruh Soekarnoputra Dipadati Pelayat dan Karangan Bunga
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN--Pemkab Sleman berencana memulai lagi sekolah tatap muka di tengah Covid-19.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memperbolehkan sekolah yang berada di zona kuning untuk dibuka kembali di tengah situasi Pandemi Covid-19. Menanggapi kebijakan tersebut, Pemkab Sleman menyiapkan sejumlah konsep untuk memberikan keamanan saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka diadakan lagi.
Bupati Sleman Sri Purnomo membeberkan bahwa saat ini pihaknya tengah membahas konsep KBM secara tatap muka yang efektif diterapkan di masa adaptasi kebiasaan baru.
"Kami lakukan evaluasi tiap akhir bulan. Dasarnya bukan untuk merencanakan tanggal sekian akan begini [membuka lagi sekolah], tapi memantau perkembangan hariannya," kata Sri Purnomo, ditemui di Pendopo Parasamya, Kompleks Pemkab Sleman, Selasa (18/8/2020).
BACA JUGA: Bocah Difabel di Kulonprogo Dipukul hingga Luka & Diikat di Kandang Kambing oleh Ortunya
Kesimpulan dari evaluasi tersebut nantinya bakal dijadikan draf dalam penentuan kebijakan selanjutnya. Sri menjelaskan, pada tahap awal masuk sekolah, nantinya akan diberlakukan sistem on-off, yakni siswa masuk secara bergilir. Sebagian belajar di sekolah dan sebagian belajar di rumah.
"Tujuannya untuk relationship antar-siswa. Jadi komunikasi guru dengan siswa bisa berjalan bagus. Selama ini kan komunikasi hanya melalui lewat online," katanya.
Dia berharap, pembelajaran tatap muka dapat segera diterapkan. Pasalnya menurut Sri, desa di Sleman sudah banyak yang masuk zona kuning, bahkan tingkat pedukuhan rata-rata telah ditetapkan sebagai zona hijau.
"Jika terlalu lama [belajar di rumah], kasihan juga, tapi kita tidak bisa memaksa. Ketika ada orang tua yang memproteksi, pembelajaran dari rumah pun kita layani," jelasnya.
Disinggung kapan penetapan waktu pembelajaran tatap muka dibuka, Sri belum bisa memastikan. Sebab, tren laju pertumbuhan kasus Covid-19 di Sleman cenderung meningkat.
"Tren kasus yang terjadi di Sleman akhir-akhir ini meningkat. Maka belum bisa dipastikan, tetapi kami siapkan sistem tersebut agar saat keadaan mulai reda bisa diterapkan," katanya.
Berdasar data peta zonasi risiko yang termuat di situs www.covid19.go.id per 18 Agustus 2020, Kabupaten Sleman masuk dalam kategori risiko sedang atau zona kuning.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.
Harga iPhone 15 dan iPhone 16 turun Rp1,5 juta pada awal Oktober 2026. Simak daftar harga iPhone 15, 16, 17 dan kabar iPhone 18.
Eksim dapat berlangsung lama dan berulang. Kenali pemicu serta perubahan kondisi kulit untuk membantu mencegah kekambuhan.
Bolt.new mengakuisisi startup AI asal San Francisco, Dokai, untuk memperkuat agen AI dan kemampuan platform menangani workflow enterprise.
Sejarah dan budaya dinilai memperkuat wisata gastronomi Indonesia. Kuliner Jogja menjadi contoh makanan yang memiliki cerita dan filosofi.
BPBD Kota Jogja mendorong pengaktifan kembali kentongan sebagai alat peringatan dini bencana berbasis masyarakat saat komunikasi terganggu.