OJK Temukan 11 Usaha Gadai Ilegal, Ini Daftar Namanya
OJK mengidentifikasi 11 usaha gadai swasta belum berizin dan sejumlah pinjaman pribadi ilegal. Simak daftar nama serta cara melaporkannya.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL - Nasib nahas dialami oleh Boinem, 80, warga Kalangan, Tirtosari, Kretek, Rabu (19/8/2020) siang. Nenek itu ditemukan mengambang di bendungan sungai setempat sekira pukul 12.00 WIB.
Kapolsek Kretek Kompol S Parmin mengatakan, jenazah Boinem kali pertama diketahui oleh Suroso, saat akan membersihkan sampah di aliran sungai.
Setibanya di lokasi Suroso kaget setelah menjumpai korban mengapung tersangkut besi bendungan.
Baca juga: Salut, Pemuda Ini Ubah Nasib Warga Dusunnya lewat Inovasi Kebun Anggur
Melihat hal itu, saksi bergegas menyampaikan ke warga serta menghubungi petugas di Polsek Kretek. Tak lama kemudian, warga berbondong-bondong ke lokasi kemudian melakukan evakuasi terhadap korban yang diketahui mengalami penyakit pikun.
Menurut dia, korban diduga meninggal karena terjatuh saat jalan jalan di sekitar bendungan. Ketika insiden itu terjadi tidak ada satu warga pun yang melihat kejadian itu, sampai akhirnya korban ditemukan tak bernyawa.
“Karena sejauh ini tak ada tanda-tanda kekerasan terhadap korban,” kata S Parmin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OJK mengidentifikasi 11 usaha gadai swasta belum berizin dan sejumlah pinjaman pribadi ilegal. Simak daftar nama serta cara melaporkannya.
Pemilu Serbia dan Brasil menunjukkan perbedaan gelombang antikemapanan. Simak faktor pemicu dan tiga skenario politik dunia hingga 2027.
DPRD Sleman menyoroti pentingnya evaluasi berkala, pemutakhiran data keluarga berisiko, dan koordinasi lintas sektor untuk menekan stunting.
Komnas HAM meminta pemulihan psikologis bagi santriwati, ustazah, dan balita yang diduga trauma akibat penggeledahan ponpes di Sukoharjo.
Bulog menargetkan pengadaan 1 juta ton jagung pada 2026 dengan mengoptimalkan gudang, fasilitas pengeringan, dan jaringan petani.
Ketum PBNU Gus Kikin mengimbau warga Sukoharjo menjaga kerukunan dan tidak terprovokasi kasus pembakaran warung mi babi serta penggeledahan ponpes.