31 Dispensasi Nikah di Jogja Jadi Dasar Lahirnya Program MALIKA
Pemkot Jogja menyiapkan program MALIKA setelah 31 dispensasi nikah diajukan pada 2024 untuk mendampingi keluarga muda dan menekan berbagai risiko.
Foto ilustrasi tempat kejadian perkara. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Warga di wilayah Klitren, Kemantren Gondokusuman, Kota Jogja, digegerkan dengan penemuan jenazah seorang pria lanjut usia di dalam kamar kosnya. Korban berinisial RR, 65, ditemukan sudah tidak bernyawa seusai para penghuni sekitar mencium aroma tidak sedap yang sangat menyengat dari arah kamarnya.
Kecurigaan muncul lantaran pria yang diketahui berasal dari Kepulauan Bangka Belitung tersebut sudah tidak terlihat keluar kamar sejak Selasa (21/4/2026) siang. Upaya pengecekan awal sempat terkendala karena pintu kamar dalam keadaan terkunci rapat dari dalam, hingga akhirnya warga memutuskan memanggil bantuan petugas dan tukang kunci.
Pejabat Sementara Kasihumas Polresta Yogyakarta, Ipda Anton Budi Susilo, mengonfirmasi bahwa pintu kamar baru berhasil dibuka paksa pada Kamis (23/4/2026) malam dengan disaksikan pengurus RT setempat. Saat itulah, saksi menemukan korban sudah terbujur kaku di lantai kamar kos yang ia tempati sejak Juli 2025 tersebut.
Olah TKP dan Evakuasi Petugas
Kondisi korban saat ditemukan berada dalam posisi telentang tanpa busana. Petugas juga menemukan adanya ceceran darah yang keluar dari area hidung dan mulut korban, yang diduga akibat proses pembusukan alami karena jenazah diperkirakan sudah meninggal lebih dari satu hari.
“Setelah pintu dibuka, korban ditemukan dalam posisi terlentang di lantai, tanpa busana, serta dari hidung dan mulut mengeluarkan darah,” ujar Anton saat memberikan keterangan pada Jumat (24/4/2026).
Tim Inafis Polresta Yogyakarta yang tiba di lokasi sekitar pukul 20.00 WIB langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh. Di dalam kamar, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua unit ponsel, dompet, serta berbagai jenis obat-obatan dan suplemen milik korban.
Dugaan Penyebab Kematian
Proses evakuasi melibatkan tim gabungan dari PSC 119 Kota Yogyakarta, petugas pemadam kebakaran, serta PMI Kota Jogja. Jenazah pebisnis biji kopi tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sekitar pukul 22.30 WIB.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal di lokasi, pihak kepolisian menyatakan tidak ditemukan adanya bekas luka atau tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh RR. Polisi menduga kuat bahwa korban meninggal dunia karena menderita sakit, mengingat adanya temuan berbagai macam obat di kamarnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih berupaya menelusuri keberadaan keluarga korban di Bangka Belitung. Penyelidikan sedikit terhambat karena dua ponsel milik korban belum bisa diakses akibat terkunci kata sandi, sehingga identitas kontak keluarga terdekat masih terus diupayakan untuk dicari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menyiapkan program MALIKA setelah 31 dispensasi nikah diajukan pada 2024 untuk mendampingi keluarga muda dan menekan berbagai risiko.
Gerhana matahari total di Eropa memicu lonjakan harga hotel hingga lebih dari 500 persen. Namun di saat yang sama, Spanyol menghadapi darurat kebakaran hutan de
Dinsosnakertrans Jogja mengkaji perluasan penerima Santunan Kematian di luar desil 1-2 dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah.
Titik api karhutla Gunung Bromo di Probolinggo sudah padam. Luas kawasan terdampak mencapai 889 hektare di empat kabupaten.
Iran mengajukan syarat kepada AS untuk membuka Selat Hormuz, termasuk penghentian perang dan pengembalian aset yang dibekukan.
Polda Metro Jaya ekshumasi makam Sutrimo di Banyumas untuk penyidikan. Jenazah diperiksa guna mengungkap penyebab kematian.