Kejar Target Wisman, Pelaku Industri Pariwisata Bertemu di JITAC 2026
Promosi digital dan sinergi swasta digenjot untuk mengejar target wisman. Namun, direct flight masih menjadi tantangan pasar jarak jauh.
Partai Golkar Kota Jogja menggelar Musda X, Minggu (30/8/2020)./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA-- Partai Golkar DIY memastikan telah menentukan sikap dalam perhelatan Pilkada DIY. Partai berlambang beringin itu melabuhkan dukungannya kepada dua petahana dan seorang pendatang baru.
Ketua DPD Golkar DIY Gandung Pardiman menjelaskan pihaknya sudah menentukan pilihan untuk Bantul kepada pasangan Suharsono-Totok Sudarto, Sleman kepada Sri Muslimatun-Amin Purnomo dan Gunungkidul diberikan kepada Sunaryanta-Heri Susanto. Dari ketiganya dua di antaranya merupakan petahana yaitu Suharsono yang saat ini menjabat sebagai Bupati Bantul dan Sri Muslimatun wakil bupati Sleman.
Baca juga: Diajukan Nasdem, Immawan-Martanti Tegaskan Tak Mundur dari Partai yang Besarkan Namanya
"Semua [rekomendasi] sudah keluar dari DPP, baik rekomendasinya maupun lembar KPU sudah siap untuk diserahkan, targetnya sapu bersih Sleman, Bantul, dan Gunungkidul," katanya di sela-sela pelaksanaan Musda X DPD I Partai Golkar Kota Jogja, Minggu (30/8/2020).
Gandung memastikan, target sapu bersih itu akan dilakukan dengan cara yang santun dan sesuai aturan. Meski yang dicalonkannya ada dua petahana ia meminta jangan menggunakan anggaran publik atau program pemerintah untuk mendompleng kampanye pilkada.
"Jangan menggunakan program pemerintah sebab itu uang rakyat harus kembali ke rakyat. Bukan uang rakyat ditunggangi oleh kepentingan Pilkada," ucapnya.
Baca juga: Immawan-Martanti Diajukan oleh Nasdem, Begini Tanggapan Golkar dan PAN
Ia menyingung soal kemungkinan adanya unit usaha pelat merah yang ikut bermain politik praktis melalui program CSR yang ditunggangi kepentingan politik dalam Pilkada DIY. Keberadaan sponsor dalam Pilkada dinilai rawan karena berpotensi menagih janji ketika kontestan telah menjabat.
"Ini sangat rawan, [calon] harus pakai kantong sendiri. Kalau ada sponsor ini pun bahaya, karena setelah menjabat, sponsor pasti akan menagih janji. Tidak ada sponsor gratis," ucapnya. (Sunartono)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Promosi digital dan sinergi swasta digenjot untuk mengejar target wisman. Namun, direct flight masih menjadi tantangan pasar jarak jauh.
Satpol PP Bantul menemukan 2.704 batang rokok ilegal di dua warung di Sanden dalam operasi bersama Bea Cukai Yogyakarta.
Tim SAR masih mencari lima penumpang KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan setelah kapal terbakar di Selat Lombok, NTB.
KPK menggeledah Kanwil Pajak Surakarta dan sejumlah lokasi di empat daerah terkait kasus pajak Banjarmasin. Emas 1,3 kg turut disita.
Gelombang tinggi kembali menyumbat aliran air di Sanden dan Kretek, Bantul. Sekitar 55 hektare lahan pertanian kembali tergenang.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan pemilik 98 kg sabu di Kampung Bahari. Sejumlah aset dan barang bukti turut disita.