Rute dan Tarif Komplet Trans Jogja Hari Ini
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Komisi Pemilihan Umum/JIBI
Harianjogjacom, BANTUL--Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul memastikan ada sebanyak 705.651 data pemilih hasil pemutakhiran dari proses pencocokan dan penelitian (coklit) oleh 2.081 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) Rabu (15/7) hingga Kamis (13/8) lalu.
Jumlah tersebut dipastikan menurun jika dibandingkan jumlah pemilih sebelum dilakukan coklit. Di mana, sebelum adanya coklit ada sebanyak 724.767 pemilih tercatat di KPU setempat.
“Hasil pemutakhiran ada 705.651 data pemilih. Terdiri dari 346.124 pemilih pria dan 359.527 pemilih perempuan,” kata Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan SDM KPU Bantul Musnif Istiqomah, Senin (31/8/2020).
BACA JUGA : Ini Penyebab DPS Belum Bisa Ditetapkan Meski Coklit
Meski belum ditetapkan dan diplenokan menjadi Daftar Pemilih Sementara (DPS) tetapi jumlah itu lanjut Musnif dipastikan tidak akan berubah.
Adapun proses pleno dan penetapan di tingkat kabupaten, baru akan dilakukan olen KPU Bantul maksimal 14 September mendatang. Sebab, KPU Bantul masih harus menunggu hasil pleno data tersebut di 75 desa dan kecamatan.
“Setelah nantinya ditetapkan sebagai DPS, baru akan keluar by name dan by address yang kemudian akan diumumkan. Tujuannya agar bisa diakses dan dicermati oleh masyarakat. Jika ada perubahan bisa langsung dilakukan,” lanjut dia.
BACA JUGA : Bawaslu Temukan Coklit Data Pilkada di Bantul Asal-asalan
Menurut dia, selain adanya perubahan jumlah data pemilih hasil pemutakhiran, jawatannya juga memastikan ada penambahan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) . Dari 2.081 TPS, setelah dilakukan coklit, akan ada penambahan menjadi 2083 TPS. Hal ini disesuaikan dengan cakupan dan kapasitas dari TPS dan jumlah pemilih.
“Adapun yang pasti minta penambahan jumlah TPS, salah satunya adalah di Baturetno, Kecamatan Banguntapan. Karena faktor geografis maka perlu penambahan TPS,” paparnya.
Disisi lain, Ketua KPU Bantul Didik Joko Nugroho menyatakan saat ini pihaknya terus mempersiapkan diri menjelang pelaksanaan tahapan pendaftaran bakal pasangan calon (bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Bantul.
BACA JUGA : Ditemukan Coklit Asal-Asalan di Gunungkidul, Bawaslu Buka
Selain membuka layanan helpdesk pencalonan, sejak Sabtu (29/8/2020), pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah persiapan, di antaranya adalah menyiapkan tahapan pendaftaran 4-5 September. Di mana, bapaslon juga akan diperiksa kesehatannya.
“Nantinya, tim pemeriksa kesehatan ini akan ditetapkan oleh rumah sakit setelah berkoordinasi dengan IDI, Himpunan Psikologi Indonesia, serta Badan Narkotika Nasional (BNN),” ucap Didik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Fasilitas energi di Arab Saudi bagian selatan terbakar setelah serangan Houthi. Sebanyak 73 warga sipil dilaporkan terluka.
Ketua Tim Pengabdi USD, Haniek Sri Pratini, menjelaskan workshop tersebut bertujuan mengubah cara pandang terhadap sampah plastik di sekitar sekolah
Pelantikan 35 kepala sekolah di Kulonprogo membuat defisit guru bertambah menjadi 778 orang karena kepsek berasal dari kalangan guru.
Bulog akan melelang 380.000 ton beras turun mutu untuk bahan baku tepung dengan harga minimum Rp11.000 per kilogram.
Erupsi Gunung Anak Krakatau berakhir setelah 25 jam. Warga Pulau Sebesi diminta tetap waspada dan menghindari informasi hoaks.