Anggaran Infrastruktur Gunungkidul Rp372 Miliar, Jalan Jadi Prioritas
Gunungkidul memproyeksikan anggaran infrastruktur Rp372,28 miliar pada 2027. Rencana mencakup perbaikan jalan, irigasi, dan gedung pelayanan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, WONOSARI – KPU Gunungkidul memastikan proses pemutakhiran data pemilih untuk pilkada tahun ini sudah selesai sejak 13 Agustus lalu. Meski demikian, untuk penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) masih harus menunggu hasil rekapitulasi pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih di tingkat kecamatan.
Anggota KPU Gunungkidul, Asih Nuryanti mengatakan, proses coklit data pemilih sudah selesai tepat waktu. Adapun personel yang diturunkan untuk pendataan ada 1.907 petugas untuk meneliti data calon pemilih sebanyak 609.701 jiwa. “Sudah diselesaikan sesuai batas waktu penelitian di 13 Agustus lalu,” kata Asih, Rabu (26/8/2020).
BACA JUGA : Ribuan DPS di Sleman Bermasalah, Anggota TNI/Polri Jadi
Meski coklit sudah diselesaikan, namun belum bisa memastikan berapa jumlah calon pemilih yang bermasalah sehingga harus dicoret. Asih berdalih, untuk sekarang masih dalam proses penyusunan daftar pemilih hasil pemutakhiran. Sesuai dengan tahapan penyusunan daftar pemilih, rekapitulasi di tingkat PPS paling lambat disusun pada Sabtu (29/8/2020).
Sedangkan di tingkat kecamatan direncanakan mulai 2-4 September mendatang. “Sekarang masih dalam proses. Nanti setelah penyusunan selesai akan diplenokan di tingkat kecamatan kemudian hasilnya diserahkan ke KPU kabupaten,” katanya.
Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani menambahkan pihaknya sudah menyusun tahapan dalam proses penetapan data pemilih. Untuk sekarang masih dalam proses di tingkat PPS maupun PPK. Rencananya setelah rekapitulasi selesai dilakukan, KPU akan menetapkan DPS pilkada.
BACA JUGA : DPS Ditetapkan, Jumlah Pemilih Sementara di Kulonprogo
“Kami memiliki rentang waktu 5-14 September untuk menetapkan DPS. Kami pun berharap kepada PPS maupun PPK memperhatikan waktu rekapitulasi sehingga tidak menganggu proses secara keseluruhan,” katanya.
Dia menambahkan, untuk penetapan data pemilih masih harus melalui proses yang panjang. Pasalnya, setelah adanya penetapan DPS, data tersebut masih akan dicoklit ulang sehingga datanya benar dan tidak berpotensi menimbulkan sengketa dalam pelaksanaan pilkada.
“Ada tahapannya dan kami akan lakukan proses sesuai dengan aturan yang ada,” katanya.
Disinggung mengenai calon pemilih, Hani mengakui ada potensi pengurangan karena adanya daftar pemilih yang tidak memenuhi persyaratan. Meski demikian, ia belum bisa mengungkapkan secara detail karena resminya masih menunggu selesainya rekapitulasi hasil coklit.
“Ya kalau tidak memenuhi syarat, nanti akan dicoret dari daftar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul memproyeksikan anggaran infrastruktur Rp372,28 miliar pada 2027. Rencana mencakup perbaikan jalan, irigasi, dan gedung pelayanan.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat, 30 Oktober 2026, tersedia dari Stasiun Palur mulai pukul 05.00 WIB. Cek jadwal di setiap stasiun.
adwal KRL Jogja-Solo Jumat, 30 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
Tiket konser Syahrini Rp35 juta menawarkan akses VIP, lounge khusus, sesi after-show, dan merchandise eksklusif. Kuotanya sekitar 40 orang.
Bakmi godog hangat dan suasana sawah menjadi daya tarik Sajian Kembang Turi di Turi, Sleman, untuk wisata kuliner keluarga saat musim hujan.
KAI menyiapkan extra seat diskon 50% untuk perjalanan kereta tertentu. Simak rencana penerapan, syarat pembelian, dan ketentuannya.