Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Peserta saat melakukan pengambilan gambar perdana dalam program Sekolah Film di kompleks SMK Negeri 2 Pengasih, Kalurahan Margosari, Kapanewon Pengasih, Sabtu (5/9/2020)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO - Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Kulonprogo kembali menggelar sekolah film. Program yang mendapat kucuran Dana Keistimewaan ini bertujuan untuk melahirkan sineas baru dari Kulonprogo.
Sekolah film edisi kedua 2020 itu resmi dibuka oleh Wakil Bupati Kulonprogo, Fajar Gegana di lokasi pelatihan yang dipusatkan di kompleks SMK Negeri 2 Pengasih, Kalurahan Margosari, Kapanewon Pengasih, Sabtu (5/9/2020).
Dalam sambutannya Fajar mengapresiasi kehadiran program ini karena merupakan wadah yang tepat bagi muda mudi Kulonprogo yang ingin belajar tentang dunia perfilman. Di samping itu, karya film yang dihasilkan peserta bisa jadi media promosi Kulonprogo kepada masyarakat luas.
"Tentunya ini bisa menjadi wadah yang positif, selain melahirkan sineas muda, juga bisa membuat Kulonprogo lebih dikenal masyarakat melalui media perfilman," kata dia.
Kepala Disbud Kulonprogo, Niken Probolaras mengatakan tujuan utama sekolah film adalah melahirkan sineas muda dari Kulonprogo. Oleh karena itu, seluruh peserta pelatihan merupakan warga asli kabupaten ini.
Calon sineas di sekolah ini bakal digembleng para mentor yang sudah ahli di bidangnya, yaitu Agus Kencrot, Yopi Kurniawan dan Seno Aji Julius.
Selama pelatihan yang berlangsung kurang lebih satu bulan, peserta diajari tentang bagaimana cara membuat film yang baik. Hasilnya nanti, adalah film pendek berdurasi sekitar 30 menit yang selain mengandung pesan positif untuk masyarakat, juga mengangkat potensi Kulonprogo baik dari sisi pariwisata, kebudayaan maupun kearifan lokal lainnya.
"Untuk kali ini bisa disebut Sekolah Film kelas advance atau menengah. Pada tahun lalu para peserta sudah mendapatkan materi dasar. Pada tahun ini dilanjutkan ke materi yang lebih tinggi, dengan memproduksi film pendek," terang Niken.
Dalam pelatihan ini, peserta dibagi menjadi empat kelompok. Masing-masing kelompok akan membikin satu film pendek. Adapun judul film yang diproduksi itu meliputi \'Juang\' dengan sutradara Wahyu Naufal; \'Manah\' dengan sutadara Ponang Merdugandang; \'Gumun\' dengan sutradara Bambang Jati Asmoro serta film berjudul \'Teguh\' dengan sutradara Gagat Rahmawanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.