Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Ilustrasi. /Bisnis-Dwi Prasetya
Harianjogja.com, BANTUL-Nasib nahas menimpa Alfian Nabil, 14, warga Dusun Mayungan I, Desa Murtigading, Kecamatan Sanden. Remaja yang masih duduk di bangku sekolah kelas II sekolah menengah pertama (SMP) itu terbawa terbang layang-layang yang diterbangkannya, kemudian jatuh dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kepala Dusun Mayungan I, Marjana mengatakan, peristiwa nahas itu terjadi pada Jumat (4/9/2020) siang, pekan lalu. Saat itu korban bersama sejumlah remaja dusun setempat akan menerbangkan layang-layang besar berbentuk naga, di lapangan Murtigading, sekitar pukul 13.30 WIB.
Layang-layang yang dibuat banyak orang itu panjangnya sekitar 50 meter dan siap diterbangkan oleh korban dan teman-temannya. Namun saat percobaan penerbangan ada angin kencang di lokasi kejadian sehingga layangan itu membawa korban terbang.
“Sebenarnya masih percobaan bisa terbang atau tidak, ternyata bisa terbang dan mas Mas Nabil yang sendirian memegang talinya langsung terbawa terbang,” kata Marjana, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (6/9/2020).
Menurut Marjana, korban terbawa terbang sampai setinggi lebih kurang tiga meter. Setelah itu, tali untuk menerbangkan layangan yang dipegang korban putus sehingga korban terjatuh ke tanah. Akibatnya korban mengalami luka di pergelangan tangan dan bagian pinggul, kemudian langsung dilarikan ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul.
“Sampai saat ini [Minggu] korban masih opname di PKU Muhammadiyah Bantul, karena luka di pergelangan tangan dan tulang pinggul” ucap Marjana.
Lebih lanjut ia mengatakan saat ini di dusunnya dan beberapa dusun di Desa Murtigading sedang ramai layang-layang. Bahkan di beberapa dusun lainnya sudah menggelar festival layang-layang dengan berbagai kreasi. Sejumlah remaja di dusunnya juga membuat layang-layang berbagai jenis dan berbagai ukuran, “Termasuk layang-layang naga yang diterbangkan mas Nabil itu sebenarnya harusnya dipegang banyak orang karena berat. Waktu tu memang baru percobaan,” ungkap Marjana.
Kapolsek Sanden, AKP Tukirin mengatakan peristiwa yang menimpa Alfian Nabil merupakan kecelakaan pribadi saat akan menerbangkan layang-layang.
Sebelumnya, Kepala Satpol PP Bantul, Yulius juga dipusingkan dengan maraknya pemain layang-layang di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) khususnya di wilayah Kecamatan Sanden dan Kretek. Bukan sekedar hobi, namun banyaknya pemain layang-layang membuat kemacetan dan kerumunan tanpa memperatikan protokol kesehatan Coronavirus Disease atau Covid-19.
Menurut Yulius keramaian adanya layang-layang di JJLS sudah terjadi sejak Juni lalu. “Rencana kami akan berkoordinasi dengan Pak Bupati, untuk memohon petunjuk dan langkah mengatasinya. Bisa saja kami bubarkan, jika memang menimbulkan kerumunan dan potensi untuk penularan Covid-19,” kata Yulius.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.
Prediksi Malut United vs Persita di Super League 2026, tuan rumah diunggulkan menang berkat lini depan tajam.
Budi Waljiman menyerahkan bantuan gamelan Suara Madhura untuk SMA Bosa Jogja guna memperkuat pelestarian budaya Jawa di sekolah.