Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Ilustrasi/Reuters-Rahel Patrasso
Harianjogja.com, KULONPROGO—Meningkatnya jumlah penderita Covid-19 di Kulonprogo dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan dua rumah sakit rujukan dan satu tempat isolasi di kabupaten ini tak mampu lagi menampung pasien baru. Gugus Tugas Penanganan Covid-19 setempat kini mengupayakan penambahan tempat isolasi.
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Baning Rahayujati mengatakan dua rumah sakit rujukan untuk pasien Covid-19 di Kulonprogo yakni RSUD Wates dan RS Nyi Ageng Serang, Sentolo. Keduanya sudah penuh. RSUD Wates yang berkapasitas 16 kamar sudah terisi oleh pasien baik yang terkonfirmasi positif maupun suspek. Pun demikian dengan RS NAS yang berkapasitas empat kamar.
BACA JUGA: Kronologi Kebakaran Trubus Versi Pemilik: Mantan Karyawan Siramkan Pertalite hingga Tewas
Sementara, tempat isolasi khusus yakni Rumah Sunggah Teratai (RST) yang berlokasi di Kompleks RSUD Wates hampir memenuhi kapasitas. Dari 16 kamar kini hanya tersisa empat yang masih kosong. Dengan kondisi tersebut, mau tidak mau gugus tugas harus mencari tempat isolasi baru. Salah satunya adalah memanfaatkan lantai kedua RST RSUD Wates.
"Kami sedang proses untuk menggunakan lantai dua RST untuk jadi ruang isolasi tambahan," ucap Baning kepada awak media Minggu (13/9/2020).
BACA JUGA: Joko Widodo Masuk Tim Pemenangan Gibran, Jadi Koordinator Parkir
Sepekan terakhir kasus Covid-19 di Kulonprogo menunjukkan tren peningkatan. Pada Jumat (11/9/2020) ada 10 penderita baru. Sehari kemudian, tambah satu pasien, dan pada Minggu (13/9/2020) juga ada penambahan satu orang. Adapun akumulasi kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 106 orang, dengan rincian 61 sembuh, 28 isolasi mandiri, 14 isolasi di rumah sakit dan tiga meninggal dunia.
Kepada masyarakat Kulonprogo, Baning mengimbau untuk tetap di rumah. Jika terpaksa keluar rumah karena ada urusan penting, masyarakat harus menghindari kerumunan, jaga jarak, mengenakan masker dan tingkatan perilaku mencuci tangan dengan sabun di air mengalir atau menggunakan handsanitazier.
"Saat ini perilaku itu adalah satu-satunya cara untuk terhindar dari penularan Covid-19 sampai dengan nanti vaksin ditemukan," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.