Kronologi Kebakaran Trubus Versi Pemilik: Mantan Karyawan Siramkan Pertalite hingga Tewas

Suasana depan Toko roti Trubus di Poncowinatan, Cokrodiningratan Jetis, Jogja yang terbakar pada Sabtu (12/9/2020) lalu. - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
13 September 2020 16:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Penyebab kebakaran terjadi di Toko Roti Trubus di Jl. Poncowinatan no 67 Cokrodiningratan, Jetis, Kota Jogja, Sabtu (12/9/2020) pagi menemui titik terang. Satu orang korban tewas akibat insiden tersebut yakni ID, karyawan di toko tersebut.

Pengelola toko roti Trubus Setiawan Rudi, 38, mengatakan jika ID datang ke toko roti yang dikelolanya tersebut dengan status sudah bukan menjadi karyawan. Pada hari kejadian tepatnya Sabtu, (12/9/2020) sekitar pukul 04.00 WIB, ID ingin menemui dirinya di lantai 2 toko tersebut.

Baca juga: Toko Roti Trubus di Cokrodiningratan Terbakar, Satu Orang Tewas

Mantan karyawannya itu sudah bekerja selama 16 tahun di toko roti Trubus. Ia memberikan kepercayaan kepada ID untuk memegang bagian keuangan di toko roti yang berdiri lebih dari 30 tahun ini.

Alih-alih tetap melaksanakan tugasnya dengan baik, ID justru diduga tidak menjalankan tanggung jawabnya dengan baik. Pasalnya, Rudi menemukan selisih penghitungan uang yang dikelola oleh ID.

"Namun, ID datang pada Sabtu (12/9) lalu untuk bertemu saya guna membicarakan soal pekerjaan. Saya bilang kenapa? Mau membahas pekerjaan? Nanti yah jam 9 siang saja, saya kerja dulu. Enggak ada ngomong kasar atau menyinggung, saya bicara sama dia juga baik-baik," ujar Rudi, Minggu (13/9/2020).

Baca juga: Korban Tewas dalam Kebakaran di Toko Roti Trubus adalah Karyawan Toko

Akhirnya ID berkenan untuk menunggu Setiawan, kemudian ID pun turun ke lantai dasar. Tak lama setelah itu, istri Rudi mendengar suara siraman air yang diduga seperti orang mandi.

"Istri saya bilang seperti ada orang yang mandi. Saya bilang mungkin itu ID yang sedang mandi, karena dia biasa mandi di sini juga," terang Rudi.

Namun demikian, keluar kepulan asap dari lantai dasar, seketika Rudi mengecek lantai dasar toko roti, ternyata api sudah menyala besar. Enam orang yang terdiri dari istri, dua anaknya dan dua karyawan yang berada di lantai atas bergegas turun menyelamatkan diri melalui tangga belakang.

BACA JUGA: Joko Widodo Masuk Tim Pemenangan Gibran, Jadi Koordinator Parkir

"Semua orang yang di atas termasuk karyawan saya turun lewat tangga. Pas di bawah ternyata api sudah membesar di lantai satu lalu merembet ke gudang lantai dua. Saya langsung telpon tim pemadam kebakaran dan dapat dipadamkan sebelum menjalar ke semua gedung," sambung Rudi.

Usai api dipadamkan, Rudi belum mengetahui penyebab dari kebakaran tersebut. Hingga akhirnya ia masuk ke dalam toko untuk menarik motornya yang ikut terbakar. Selain mendapati motornya yang hangus, Rudi juga kaget melihat sosok manusia yang ditemukan dalam keadaan sudah kaku.

"Saya kaget saat narik motor ada ID di bawahnya sudah hangus terbakar. Lalu saya cek CCTV toko untuk mengetahui penyebab kebakaran," terang Rudi.

BACA JUGA: Oktober, DIY Bakal Jadi Tuan Rumah Pacuan Kuda Piala Presiden

Dalam rekaman CCTV itu, ID menyiramkan sebuah cairan yang diduga pertalite ke tubuhnya. Kemudian, menyalakan api untuk membakar diri lalu api merambat ke gedung toko.

"Berdasarkan rekaman CCTV, korban diduga bunuh diri. Dia menyiramkan pertalite yang dia bawa sendiri ke tubuhnya. Di tas korban juga ditemukan korek api," imbuhnya.

Imbas dari kebakaran tersebut, Rudi menderita kerugian sekitar Rp200 juta. Rudi juga turut berduka dalam peristiwa yang menimpa mantan karyawannya itu. Rudi menyebut perkara ini yang sebelumnya dilaporkan kepada pihak berwajib telah diselesaikan secara kekeluargaan.

Setelah kebakaran yang menimpa toko roti yang dikelolanya, Rudi berharap dirinya dapat segera bangkit dari musibah tersebut agar bisa menghidupi keluarga dan karyawannya lagi. "Saya berharap bisa perlahan-lahan bangkit karena ada tanggung jawab yang harus saya penuhi, perkaranya sudah selesai," pungkas Rudi.