Ekonom Soroti Shadow Economy Indonesia yang Capai 23,8% GDP
Setahun 7DDE, ekonom menilai belum ada perbaikan signifikan. Tata kelola anggaran dan shadow economy menjadi sorotan.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA- Banyaknya kasus Orang Tanpa Gejala (OTG) di Kota Jogja membuat Pemkot Jogja bergerak cepat mencari alternatif tempat bagi perawatan pasien. Meski tanpa gejala, pemusatan pasien tanpa gejala dalam suatu tempat dinilai lebih aman ketimbang terpisah dalam rumah masing-masing.
Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) yang terletak di Kelurahan Bener, Kecamatan Tegalrejo menjadi salah satu opsi paling memungkinkan untuk dijadikan Shelter. Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Haryadi Suyuti pada Rabu (16/9/2020) melakukan langsung peninjauan ke lokasi Rusunawa Bener. Diterangkan Haryadi jika Rusunawa Bener menjadi opsi satu-satunya karena kesulitan mencari tempat lain yang representatif untuk karantina pasien OTG. "Kami pinjam karena tidak ada tempat lain. Rusun yang belum diserahkan kami minta izin untuk dipergunakan terlebih dahulu," jelasnya.
Rusunawa Bener dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dari unit yang akan dibangun, satu unit telah selesai dan digunakan. Namun hingga saat ini memang belum diserahkan secara resmi ke Pemkot Jogja. "OTG kita dorong kesana, karena di rumah dan puskesmas cukup berat menangani mereka," tuturnya.
Penggunaan Rusunawa Bener tentu tidak secara sepihak begitu saya. Haryadi secara tegas menyatakan pihaknya telah melayangkan surat ke Kementrian PUPR untuk meminta izin menggunakan bangunan sebagai shelter pasien OTG. "Suratnya sudah kita layangkan, jadi kita tidak menyalahi prosedur administrasi, surat sudah kita layangkan baru setelah itu sambil menunggu jawaban kita bersiap," terangnya.
Dalam proses pengajuan izin ini, Haryadi berharap tidak ditemui suatu kendala apa pun. Pasalnya kebutuhan akan shelter untuk menangani kasus OTG terhitung sangatlah penting. "Semoga diizinkan, biasanya kalau untuk kepentingan yang masyarakat kok, untuk kepentingan penanganan Covid-19 saya pikir tidak masalah," ungkapnya.
"Jadi harapan kami sebelum ada jawaban saya minta pak sekda untuk melakukan follow up sampai sejauh izin, jangan sampai belum boleh izin sudah dipakai," tukas Haryadi. Saat ini Pemkot Jogja masih melakukan pembersihan dan beras-beres di Rusunawa Bener. "Mudah-mudahan shelter senin bisa digunakan masyarakat," imbuhnya.
Bila diizinkan, Rusunawa Bener akan menampung pasien OTG dengan kapasitas maksimal 82 tempat tidur. "Karena Rusunawa terdiri dari plong, ada 42 unit, satu unit ada dua kamar, ada satu kamar mandi dan dapur, nanti kita kelola dengan baik," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Setahun 7DDE, ekonom menilai belum ada perbaikan signifikan. Tata kelola anggaran dan shadow economy menjadi sorotan.
WhatsApp mulai menguji Restricted Chat di Android dan iOS. Fitur ini membatasi ekspor chat, Meta AI, media, dan linked devices.
Mengusung tajuk Simfoni 1001 Pembatik, THE 1O1 Yogyakarta Tugu menggandeng Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Yogyakarta untuk menyuguhkan pengalaman m
Mobil listrik Pakistan Metro EV punya desain ala Alphard dan Vellfire. Harganya dijanjikan di bawah Rp200 juta dengan jarak tempuh 300 km.
Avengers: Endgame kembali menjadi film terlaris dunia setelah rilis ulang, menggeser Avatar dengan selisih pendapatan yang sangat tipis.
Dishub Kota Jogja memperketat pengawasan parkir selama WJNC 2026. Tarif tetap sesuai Perda, mulai Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil.