Pedro Acosta Tercepat di Catalunya, Tes MotoGP Dihentikan Hujan
Pedro Acosta tercepat di tes MotoGP Catalunya 2026. Sesi kedua dibatalkan karena hujan, Jorge Martin mengalami crash.
Heni Sulaikha, warga Condongcatur, Kapanewon Depok, saat mengurus kepesertaan JKN-KIS BPJS Kesehatan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Sleman, belum lama ini./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Heni Sulaikha, warga Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, mengaku bersyukur mendapatkan kartu Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Sebagai masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dia dan keluarganya masuk dalam kelompok penerima bantuan iuran (PBI).
Sebagai peserta PBI, Heni juga tidak perlu khawatir lagi dengan masalah iuran. Sebab, selain menjamin kesehatan masyarakat miskin, iuran peserta PBI sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah. Apalagi penghasilan bulanannya dinilai tidak menentu sehingga masuk sebagai peserta PBI menurutnya sangat meringankan bebannya.
"Saya datang ke sini untuk mengurus kepesertaan JKN-KIS dan kartunya. Meskipun saya belum pernah menggunakan manfaat program BPJS Kesehatan, tetapi saya rasa sangat bermanfaat," katanya saat ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Sleman, belum lama ini.
Dijelaskan Heni, sejak 2015 dia dan keluarganya sudah terdaftar sebagai pemegang Kartu Jamkesda. Masalah biaya kesehatan juga ditanggung oleh pemerintah karena dia masuk sebagai MBR. "Setelah ada integrasi Jamkesda ke BPJS Kesehatan sebenarnya saya masuk dalam daftar pemegang Kartu JKN-KIS," ujarnya.
Berhubung belum ada waktu, ia belum bisa mengurus percetakan kartu KIS BPJS. Apalagi, selama ini ia dan keluarganya diberikan kesehatan yang baik sehingga belum memikirkan untuk mengurus kepesertaan dan percetakan kartu.
"Baru bisa diurus hari ini karena dapat rekomendasi dari Dinas Sosial, sudah diurus juga ke Dinas Kesehatan. Baru setelah itu mengurus pencetakan kartu di sini. Semua persyaratan sudah lengkap tinggal dicetak saja," katanya.
Meskipun tak waswas dan khawatir lagi karena masalah kesehatannya ditanggung oleh pemerintah, bukan berarti Heni tidak memerhatikan masalah kesehatan. Ia bahkan berharap kartu tersebut tidak pernah digunakan dalam arti tetap diberikan kesehatan yang baik.
"Alhamdulillah, saya, suami dan anak saya sampai saat ini diberi kesehatan yang baik. Tidak punya penyakit yang berat. Kartu ini hanya buat jaga-jaga saja, kalau bisa tidak dipakai," harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pedro Acosta tercepat di tes MotoGP Catalunya 2026. Sesi kedua dibatalkan karena hujan, Jorge Martin mengalami crash.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.