SD Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar, Tarakanita Bumijo Cetak Sejarah di MLSC Jogja
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Heni Sulaikha, warga Condongcatur, Kapanewon Depok, saat mengurus kepesertaan JKN-KIS BPJS Kesehatan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Sleman, belum lama ini./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Heni Sulaikha, warga Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, mengaku bersyukur mendapatkan kartu Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Sebagai masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dia dan keluarganya masuk dalam kelompok penerima bantuan iuran (PBI).
Sebagai peserta PBI, Heni juga tidak perlu khawatir lagi dengan masalah iuran. Sebab, selain menjamin kesehatan masyarakat miskin, iuran peserta PBI sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah. Apalagi penghasilan bulanannya dinilai tidak menentu sehingga masuk sebagai peserta PBI menurutnya sangat meringankan bebannya.
"Saya datang ke sini untuk mengurus kepesertaan JKN-KIS dan kartunya. Meskipun saya belum pernah menggunakan manfaat program BPJS Kesehatan, tetapi saya rasa sangat bermanfaat," katanya saat ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Sleman, belum lama ini.
Dijelaskan Heni, sejak 2015 dia dan keluarganya sudah terdaftar sebagai pemegang Kartu Jamkesda. Masalah biaya kesehatan juga ditanggung oleh pemerintah karena dia masuk sebagai MBR. "Setelah ada integrasi Jamkesda ke BPJS Kesehatan sebenarnya saya masuk dalam daftar pemegang Kartu JKN-KIS," ujarnya.
Berhubung belum ada waktu, ia belum bisa mengurus percetakan kartu KIS BPJS. Apalagi, selama ini ia dan keluarganya diberikan kesehatan yang baik sehingga belum memikirkan untuk mengurus kepesertaan dan percetakan kartu.
"Baru bisa diurus hari ini karena dapat rekomendasi dari Dinas Sosial, sudah diurus juga ke Dinas Kesehatan. Baru setelah itu mengurus pencetakan kartu di sini. Semua persyaratan sudah lengkap tinggal dicetak saja," katanya.
Meskipun tak waswas dan khawatir lagi karena masalah kesehatannya ditanggung oleh pemerintah, bukan berarti Heni tidak memerhatikan masalah kesehatan. Ia bahkan berharap kartu tersebut tidak pernah digunakan dalam arti tetap diberikan kesehatan yang baik.
"Alhamdulillah, saya, suami dan anak saya sampai saat ini diberi kesehatan yang baik. Tidak punya penyakit yang berat. Kartu ini hanya buat jaga-jaga saja, kalau bisa tidak dipakai," harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Apple menghadapi ganti rugi US$5,7 miliar atau sekitar Rp102,6 triliun setelah juri AS menyatakan Taptic Engine melanggar dua paten.
Bau bensin masuk kabin mobil jangan diabaikan. Kenali 10 penyebabnya, dari tutup tangki hingga kebocoran fuel pump.
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.
V BTS resmi menjadi Global Brand Ambassador Nothing. Ia membintangi kampanye Headphone (1) Pro yang hadir dengan triple-driver dan ANC.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) untuk simpanan rupiah dan valuta asing (valas) di perbankan