Balita Kejang di Malam Hari, Pasien JKN Dapat Penanganan Cepat
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Penerimaan calon pegawasi negeri sipil (CPNS) dinilai belum memenuhi kebutuhan aparatur sipil negara (ASN). Pasalnya setiap tahun ASN Bantul berkurang ratusan orang, bahkan tahun ini tercatat ada 598 orang ASN yang purna tugas.
Angka pensiun yang tercatat di Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bantul itu meningkat dibandingkan tahun lalu ketika 565 orang pensiun. “Setiap tahun yang pensiun di Bantul di atas 500 orang termasuk guru dan tenaga kesehatan,” kata Sekda Bantul Helmi Jamharis seusai mengahdiri pelepasan purna tugas ASN Bantul di Aula Pemkab II Manding, Bantul, Jumat (18/9/2020).
Setia tahun, Pemkab Bantul juga mengajukan kekurangan ASN ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Bahkan tahun depan pemkab mengajukan 1.141 formasi ASN. Menurut Helmi, sebenarnya penerimaan CPNS tahun ini belum mampu menutupi kebutuhan ASN yang mencapai 2.500an lebih.
Tahun ini formasi CPNS di Bantul hanya 601 orang yang masih dalam proses seleksi dan kemungkinan besar baru mulai aktif pada tahun depan. “Selama ini untuk menutupi kekurangan ASN kami optimalisasi [kinerja] dan pengangkatan tenaga nonASN, karena kalau semua mengandalkan ASN tidak cukup,” ucap Helmi.
Sementara itu dari ratusan ASN yang purna tugas tahun ini, yang dilepas secara simbolis oleh Bupati dan Wakil Bupati Bantul adalah sembilan orang. Kesembilan orang tersebut adalah pejabat yang pernah menduduki jabatan nomor satu di organisasi perangkat daerah (OPD), kepala bagian di sekretariat daerah (setda), asisten sekda, camat, dan staf ahli buapati.
Sembilan orang tersebut adalah Sri Ediastuti, Sunarto, Jazim Azis, Mulyo Subagyo, Sulistyanto, Bambang Legowo, Maya Sintowati Pandji, Sambudi, Riyanta, dan Hery Saroyo. “Walaupun sudah purna kita sudah seperti keluarga kalau ada apa-apa tetap saudara. Kita berpisah karena selesai masa tugas. Mohon jamgan putus persaudaraan,” kata Bupati Bantul Suharsono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum menerima arahan Presiden Prabowo terkait bursa calon Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri.
Kebakaran Pasar Sidoharjo Bayat Klaten menghanguskan dagangan pedagang. Pemkab Klaten menyiapkan solusi agar pedagang segera berjualan kembali.
Kasus kekerasan di Sleman turun menjadi 286 pada 2025, namun KDRT masih mendominasi. Pemkab memperkuat pencegahan melalui keluarga dan RBI.
YIA menyerahkan perahu karet dan motor tempel kepada relawan SAR untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di pesisir Kulonprogo.
Menaker Yassierli memastikan pemerintah mengawal isu PHK buruh garmen di Jawa Tengah melalui verifikasi, mediasi, dan perlindungan hak pekerja.