Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Sejumlah orang menggunakan layanan DAMRI di Yogyakarta International Airport (YIA) Kapanewon Temon, Kulonprogo, belum lama ini./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (DAMRI) membuka peluang kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo untuk menyediakan armada yang dikhususkan untuk mengantarkan wisatawan ke destinasi wisata di kabupaten ini.
Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha DAMRI Sandry Pasambuna mengatakan industri pariwisata di Kulonprogo memiliki potensi untuk berkembang dengan pesat. Hal ini terlihat dengan jumlah objek wisata yang berdasarkan catatannya mencapai 35 tempat. Akan tetapi sebagian besar destinasi itu belum memiliki akses angkutan umum untuk menuju ke lokasi wisata.
BACA JUGA: Selain Lewat Arisan RT, Corona Kulonprogo Diduga Menyebar di Pasar di Kokap & Temon
Hal itulah yang melatarbelakangi DAMRI berminat bekerja sama dengan pemerintah setempat perihal penyediaan armada wisata yang kedepan diwacanakan bisa berkolaborasi dengan perusahaan angkutan lokal.
"Kami sudah melakukan survei. Hasilnya sejumlah destinasi wisata belum memiliki akses angkutan umum, hasil survei ini nanti akan dievaluasi oleh tim kami di Jakarta, diharapkan ada solusi untuk berkolaborasi dengan perusahaan lokal di Kulonprogo," kata Sandry, saat audiensi dengan Bupati Kulonprogo, Sutedjo, di ruang bupati Kulonprogo, pekan lalu.
Sandry berharap rencana ini bisa ditindaklanjuti oleh Pemkab Kulonprogo. Pemerintah setempat bisa melakukan survei ke daerah wisata dan menentukan mana saja yang perlu ditambah trayek-trayek baru untuk kemudian disampaikan kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
BACA JUGA: 3 Pemain PSS Ditarik ke Timnas U-16
"Mungkin nanti ada surat bupati yang ditujukan kepada Kemenhub untuk menyampaikan bahwa bisa dipertimbangkan trayek-trayek pariwisata sehingga nanti dari situ Kemenhub akan bekerja sama dengan DAMRI untuk menyiapkan armada. Ke depannya kalau ini sudah disetujui, di Kulonprogo akan ada banyak armada DAMRI karena untuk meningkatkan ekonomi. Transportasi adalah alat utama untuk meingkatkan ekonomi di daerah,” ucapnya.
Sutedjo menyambut baik wacana tersebut. Menurutnya langkah ini bisa mengembangkan Kulonprogo melalui layanan transportasi publi, yang nantinya dapat menggeliatkan perekonomian rakyat yang sangat dipengaruhi oleh akses transportasi.
"Memang betul destinasi wisata di Kulonprogo saat ini sedang berkembang cukup pesat, baik yang dikelola swadaya masyarakat maupun pemkab. Sehingga rencana ini tentu sangat membantu persoalan minimnya akses transportasi publik ke destinasi wisata," ucapnya.
DAMRI sudah melayani rute dari dan menuju Yogyakarta International Airport (YIA) Kapanewon Temon. Perusahaan ini juga membuka rute dari Kota Jogja ke sejumlah destinasi wisata di Kulonprogo, di antaranya Goa Kiskendo dan Kawasan Suroloyo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Peringatan 20 tahun gempa Jogja di Prambanan jadi momentum edukasi dan penguatan kesiapsiagaan bencana masyarakat.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru 24 Mei 2026 dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan lengkap dari pagi hingga malam.
Program MBG serap 1,28 juta tenaga kerja dan libatkan ribuan UMKM. Dampaknya terasa dari dapur hingga sektor pangan nasional.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2 meski menang 3-1. Suporter kecewa, Wali Kota Solo minta tim segera bangkit.
Persib Bandung resmi juara Super League dan cetak hattrick. Bobotoh rayakan kemenangan meriah di Stadion GBLA.