Bukan Sekadar Liburan, Ini Tren Wisata 2026 yang Diburu Turis
Tren wisata 2026 berubah, turis kini cari pengalaman emosional, healing, dan perjalanan bermakna ke Jepang, Korea, hingga China.
Simulasi bencana di SMA I Kalasan, yang menjadi bagian dari program Kita Tangguh, Jumat (22/5/2026). Ist
Harianjogja.com, SLEMAN — Peringatan 20 tahun gempa besar yang mengguncang Jogja pada 2006 dimaknai lebih dari sekadar mengenang tragedi. Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana di masa depan.
Kegiatan yang digelar di kawasan Candi Prambanan, Sabtu (23/5/2026), merupakan kolaborasi antara InJourney Destination Management dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Peringatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus edukasi publik untuk membangun budaya tanggap bencana yang lebih kuat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan simulasi bencana di SMA I Kalasan, yang menjadi bagian dari program Kita Tangguh. Program ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi situasi darurat.
Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK, Lilik Kurniawan, menegaskan bahwa peringatan ini memiliki makna strategis.
“Peringatan dua dekade Gempa Yogyakarta menjadi pengingat penting akan besarnya risiko bencana yang dihadapi kawasan Yogyakarta dan berbagai wilayah di Indonesia. Selain menjadi ruang refleksi atas peristiwa gempa tahun 2006 yang meninggalkan dampak besar bagi masyarakat, momentum ini juga diarahkan sebagai sarana edukasi publik untuk membangun memori kolektif dan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di masa mendatang,” jelas Lilik Kurniawan.
Pendekatan kolaboratif pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat menjadi kunci dalam kegiatan ini. Sejumlah agenda digelar, mulai dari kunjungan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), Pasar Penyintas, apel kesiapsiagaan, hingga diskusi panel kebencanaan.
Selain meningkatkan literasi kebencanaan, kegiatan ini juga menampilkan kesiapan peralatan penanggulangan bencana dari berbagai instansi. Pasar Penyintas turut menjadi daya tarik tersendiri karena menghadirkan produk UMKM dari para penyintas gempa 2006 sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi.
“Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan kesiapan sumber daya dan peralatan penanggulangan bencana, serta mendorong masyarakat agar tidak hanya menjadi pihak terdampak, tetapi juga menjadi subjek yang proaktif dan tangguh dalam meminimalisir risiko bencana,” lanjutnya.
Tak hanya itu, melalui program InJourney Community Care, sebanyak 1.000 siswa SMA di Sleman, Bantul, Kota Jogja, dan Gunungkidul juga mendapatkan pelatihan tanggap bencana sejak Januari hingga Mei 2026. Materi yang diberikan mencakup mitigasi gempa, teknik penyelamatan, evakuasi, hingga simulasi penanganan darurat.
Direktur Operasi InJourney Destination Management, Indung Purwita Jati, menekankan pentingnya peran destinasi wisata sebagai ruang edukasi publik.
“Kawasan destinasi wisata memiliki peran strategis sebagai ruang edukasi publik, termasuk dalam membangun kesadaran mitigasi bencana. Melalui kolaborasi bersama Kemenko PMK dan berbagai pihak, kami ingin mendorong lahirnya masyarakat yang semakin tangguh, khususnya generasi muda, agar memiliki pemahaman yang baik mengenai kesiapsiagaan dan mampu menjadi bagian dari upaya pengurangan risiko bencana di lingkungan sekitarnya,” ungkapnya.
Peringatan ini diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih komprehensif dalam pengurangan risiko bencana, sekaligus memperkuat komitmen lintas sektor dalam membangun masyarakat yang tangguh.
“Kita ingin membangun budaya kesiapsiagaan yang hidup di tengah masyarakat. Pengurangan risiko bencana tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi semua pihak. Momentum ini menjadi ruang bersama untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta memastikan bahwa setiap individu memiliki pengetahuan dan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat,” ujarnya.
Sebagai penutup, semangat gotong royong kembali ditegaskan sebagai fondasi utama dalam menghadapi bencana.
“Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong dan kolaborasi merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang lebih tangguh menghadapi bencana,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tren wisata 2026 berubah, turis kini cari pengalaman emosional, healing, dan perjalanan bermakna ke Jepang, Korea, hingga China.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 24 Mei 2026. Simak jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Stasiun Yogyakarta.
Peringatan 20 tahun gempa Jogja di Prambanan jadi momentum edukasi dan penguatan kesiapsiagaan bencana masyarakat.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru 24 Mei 2026 dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan lengkap dari pagi hingga malam.
Program MBG serap 1,28 juta tenaga kerja dan libatkan ribuan UMKM. Dampaknya terasa dari dapur hingga sektor pangan nasional.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2 meski menang 3-1. Suporter kecewa, Wali Kota Solo minta tim segera bangkit.