Selain Lewat Arisan RT, Corona Kulonprogo Diduga Menyebar di Pasar di Kokap & Temon

Ilustrasi - Harian Jogja/Desi Suryanto
21 September 2020 13:27 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Virus Corona meluas lewat arisan RT di Dusun Tlogolelo, Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Kokap, Kulonprogo. Virus juga diduga menyebar di dua pasar di kabupaten tersebut, takni Pasar Pripih, Kokap, dan Pasar Glaeng, Temon.

Sembilan warga Tlogolelo diketahui positif Covid-19 setelah ikut arisan. Pria berusua 64 tahun yang diidentifikasi sebagai KP-93 diduga menjadi orang pertama yang terinfeksi Corona dan menulari sembilan saudara dan tetangganya.

BACA JUGA: Tenaga Medis di Indonesia Mulai Kewalahan Urus Pasien Covid-19

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Baning Rahayujati mengatakan gugus tugas  telah melakukan tracing lanjutan terhadap siapa pun yang pernah berinteraksi dengan KP-93 dan KP-101. Tracing dilakukan di dua pasar yang menjadi tempat dua penderita itu berjualan, yakni Pasar Pripih di Kokap dan Pasar Glaeng di Temon.

Di Pasar Pripih, didapati ada 177 orang yang pernah melakukan kontak. Mereka kemudian menjalani tes cepat atau rapid test. Hasilnya ada sembilan yang reaktif. Di Pasar Glaeng, ada tiga yang dinyatakan reaktif dari total 188 kontak erat. “Akan dilakukan swab kepada yang reaktif, untuk hasilnya nanti kami informasikan lagi,” ucap Baning.

Berdasarkan data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, pada Minggu (20/9/2020) tercatat jumlah akumulatif penderita Covid-19 di kabupaten ini sudah menembus angka 144 orang. Rinciannya 72 sembuh, 68 dalam perawatan dan empat meninggal dunia.

BACA JUGA: Rinaldi Korban Mutilasi Dimakamkan di Sleman, Bupati Berikan Penghormatan Terakhir

Sembilan warga Dusun Tlogolelo terinfeksi virus Corona setelah mengikuti arisan.

“Berdasarkan hasil tracing [penelusuran] gugus tugas,  penambahan sembilan kasus baru dari Kokap kemarin berawal dari acara arisan. Acara itu diikuti oleh warga yang belakangan terkonfirmasi positif Corona,” ungkap Ketua Gugus Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Fajar Gegana kepada awak media, Senin (21/9/2020).

Warga yang disebut sebagai awal mula penularan lewat arisan diidentifikasi sebagai KP-93. Laki-laki berusia 64 tahun ini dinyatakan positif Covid-19 pada Rabu (9/9/2020). Gugus tugas lantas mendata siapa saja orang yang pernah kontak dengan KP-93. Tracing petama mendapati tiga oranganggota keluarga KP-93. Mereka adalah KP-100, perempuan; KP-101, laki-laki; dan KP-102, perempuan. Ketiganya positif Covid-19 pada Jumat (11/9/2020).

BACA JUGA: 9 Warga Kokap Kulonprogo Terinfeksi Corona dari Arisan RT

Tak sampai di situ, KP-101 yang tertular KP-93, juga menulari tiga anggota keluarga lain yang juga masih memiliki hubungan kekerabatan dengan KP-93, yaitu KP-108, laki laki, 60; KP-109, laki laki, 80, dan KP-110, perempuan ,57,. Mereka terkonfirmasi positif pada Selasa (15/9/2020).

Gugus tugas melanjutkan tracing dan mengetahui bahwa KP-93 dan KP-101 sempat ikut dalam arisan RT. Warga yang ikut dalam arisan itu kemudian menjalani test PCR atau swab. Hasilnya ada sembilan orang positif Covid, yaitu KP-131, laki-laki, 61; KP-132, perempuan, 59; KP-133, perempuan, 28; KP-134, laki-laki, 36; KP-135, perempuan, 30; KP-136, perempuan, 75; KP-137, laki-laki 37; KP-138, laki-laki, 43 dan KP-139, laki-laki, 42.

Mereka diketahui positif terinfeksi Corona pada Sabtu pekan lalu dan kini tengah menjalani isolasi mandiri.

BACA JUGA: Mengaku Sebagai Bupati Kulonprogo, Penipu Minta Uang Pada Pemilik Ponpes

Total warga Dusun Tlogolelo yang positif Covid-19 sebanyak 16 orang. Jumlah ini terdiri dari tujuh anggota keluarga KP-93 dan sembilan tetangga yang ikut dalam arisan.

“Itu laporan data Sabtu lalu ya, pada hari ini [Senin] masih kami tindak lanjuti lagi mengingat warga yang ikut dalam arisan itu cukup banyak,” ujar Fajar.

Penularan yang bersumber dari arisan ini disayangkan Fajar. Ia menduga dalam kasus ini ada keteledoran. Ada kemungkinan kegiatan tersebut tidak memperhatikan protokol kesehatan.

BACA JUGA: Menteri Agama Fachrul Razi Positif Covid-19, Begini Kondisinya

"Saya katakan agak ceroboh ya, karena  kegiatan kumpul-kumpul dalam lingkungan sekitar atau berskala terbatas seperti arisan sebenarnya boleh saja dilakukan asalkan tetap melaksanakan protokol kesehatan, yakni cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak. Untuk kasus ini kemungkinan warga tidak jaga jarak dan melakukan kontak fisik, seperti cipika-cipiki dan salaman, ini sangat riskan menularkan virus,” ujarnya.

Di sisi lain, Fajar mengapresiasi langkah warga Tlogolelo yang telah membantu gugus tugas dalam penanganan kasus ini. Menurutnya warga sekitar bergotong royong untuk memenuhi kebutuhan logistik penderita Covid-19 yang kini menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing. "Warga di sana sangat kooperatif, saya apresiasi itu,” ucapnya.