Rinaldi Korban Mutilasi Dimakamkan di Sleman, Bupati Berikan Penghormatan Terakhir

Permakaman korban mutilasi Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Rinaldi Harley Wismanu, di Sasanalaya Nologaten, Caturtunggal, Depok, Sleman pada Senin (21/9/2020). - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
21 September 2020 13:07 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Korban mutilasi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Rinaldi Harley Wismanu, 32, dimakamkan di Tempat Permakaman Umum (TPU) Sasanalaya Nologaten, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Sleman pada Senin (21/9/2020) sekitar pukul 09.00 WIB.

Sejumlah pelayat menghadiri penghormatan terakhir untuk almarhum, salah satunya Bupati Sleman, Sri Purnomo. Ia menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga atas kepergian almarhum.

BACA JUGA: 9 Warga Kokap Kulonprogo Terinfeksi Corona dari Arisan RT

“Saya mewakili aparat Pemerintah Kabupaten Sleman mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya saudara kita Mas Rinaldi. Sesungguhnya kita semua adalah milik Allah dan akan kembali ke milik Allah. Setiap insan manusia sewaktu-waktu akan menghadap ke pencipta,” kata Sri.

Jenazah Rinaldi tiba di Sleman pada Senin dini hari sekitar pukul 00.02 WIB melalui jalur darat. Sejak Kamis (17/9/2020) keluarga telah menunggu kedatangan jenazah untuk dimakamkan, namun harus menunggu hasil tes DNA keluar.

Rinaldi ditemukan termutilasi di dalam koper dan disimpan di lantai 16 Tower Ebony Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan pada Rabu (16/9.2020). Kedua tersangka, DAF dan LAS telah ditangkap Polda Metro Jaya, DKI Jakarta.

BACA JUGA: Tenaga Medis di Indonesia Mulai Kewalahan Urus Pasien Covid-19

Sulistiyani, ibunda Rinaldi tampak sesekali mengusap air mata. Sementara Totok Raharjo, ayah Rinaldi tampak jauh lebih tegar.

Pemuka agama setempat, Suwanto, yang menjadi perwakilan keluarga saat memberikan sambutan upacara pemakaman, berharap pelaku dapat dihukum setimpal atas perbuatannya. Menurutnya, keluarga sangat kehilangan sehingga berharap kasus ini dapat diusut dengan terang benderang agar terkuak motif yang sesungguhnya.

BACA JUGA: Positif Covid-19 Tanpa Gejala, Menteri Agama Fachrul Razi Jalani Isolasi

"Keluarga berharap kepada penegak hukum agar pelaku dihukum sesuai undang-undang yang berlaku kepada siapapun yang merencanakan dan yang melaksanakan tindakan keji, tindakan di luar kemanusiaan," kata Suwanto.

Oleh keluarga dan kerabat, Rinaldi dikenal sebagai sosok yang berprestasi. Pria kelahiran Jogja, 13 November 1987 ini menempuh pendidikan di sejumlah sekolah favorit seperti di SD Muhammadiyah Sapen, SMPN 1 Jogja, kemudian SMA Muhammadiyah 2 Jogja.

Pada 2006, Rinaldi melanjutkan studi di Universitas Gadjah Mada Prodi Sastra Jepang. Dia kemudian melanjutkan S2 dan S3 di Tokyo, Jepang. Karier terakhirnya adalah manajer sumber daya manusia di salah satu perusahaan asal Jepang di Jakarta.