Sharp Borong Tiga Penghargaan JBBA dan SBBI 2026
PT Sharp Electronics Indonesia kembali membuktikan konsistensinya sebagai salah satu merek elektronik terpercaya di Indonesia dengan meraih tiga penghargaan ber
Seorang warga Dusun Grujugan, Desa Bantul, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, Budi Santoso, sedang menyiram tanaman di halaman rumahnya. Ia memanfaatkan lahan sempit depan rumah untuk menanam berbagai jenis tanaman dan memelihara ikan terutama di masa pandemi Covid-19 ini. /Harian Jogja-Ujang Hasanudin.
Harianjogja.com, BANTUL--Lahan sempit bukan halangan untuk bercocok tanam, terlebih di masa Coronavirus Disease atau Covid-19 yang mengharuskan untuk selalu di rumah. Bahkan hasil bercocok tanam bisa bernilai ekonomis.
Hal itu yang dilakukan Budi Santoso. Warga Dusun Grujugan, Desa Bantul, Kecamatan Bantul ini manfaatkan luas lahan sekitar 8 x 8 meter di depan rumahnya untuk mengembangkan pertanian dan perikanan. Beragam jenis tanaman yang ditanam seperti kembang kol, kubis, cabai, tomat, dan nanas.
BACA JUGA : Manfaatkan Lahan Sempit dengan Bertanam Secara Hidroponik
Kekurangan lahan dimanfaatkan untuk menanam dengan sistem tanaman vertikal sehingga satu meter bisa ditanami banyak tanaman bertumpuk ke atas. Bahan pot yang digunakan juga menggunakan barang bekas. Selain itu Budi menggunakan sistem kapiler, yakni setiap pot diberi sumbu penyimpan air dan nutrisi.
"Dengan sistem kapiler kalau lupa menyiram sampai sepekan tidak masalah karena tetap menyimpan air dan nutrisi. Kalau kelebihan air juga otomatis membuang sendiri," kata Budi.
Ia mengaku mengembangkan tanaman dengan sistem vertikal dan kapiler itu dilakukan sejak empat bulan lalu.
BACA JUGA : FOTO PERTANIAN JOGJA : Mari Bercocok Tanam di Lahan
Menurut dia, dengan bercocok tanam di rumah dapat mengisi waktu kosong terutama saat harus bekerja dari rumah. "Hasilnya juga bisa dijual," katanya.
Selain itu ia juga memelhara ikan lele dan gurame yang limbahnya dapat menyuburkan tanaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Sharp Electronics Indonesia kembali membuktikan konsistensinya sebagai salah satu merek elektronik terpercaya di Indonesia dengan meraih tiga penghargaan ber
KPK menyisir tiga ruangan dirjen di Kementerian ATR/BPN terkait pengusutan kasus dugaan suap HGB PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor.
Pembangunan rusun ASN Sleman belum terealisasi akibat kendala pengadaan tanah. Pemkab Sleman kaji opsi penggunaan tanah kas desa (TKD).
PB PDGI menyebut 95% masyarakat Indonesia rutin sikat gigi, namun kurang dari 3% yang melakukannya di waktu tepat: setelah sarapan dan sebelum tidur.
Ahmad Sahroni mendesak Korlantas Polri evaluasi ujian SIM dan usut sindikat SIM palsu usai Polres Siak menangkap delapan tersangka.
Ketum Golkar Bahlil Lahadalia sebut kasus korupsi Fahd El Fouz sebagai musibah. Doli Kurnia sebut perbuatan Fahd jadi bahan evaluasi kaderisasi.