Raffi Ahmad Minta Maaf Usai Hadiri Acara Sumpah Pemuda Polda Metro
Raffi Ahmad meminta maaf setelah menghadiri acara Sumpah Pemuda Polda Metro Jaya yang menuai sorotan dan menjadi perbincangan warganet.
Salah seorang penyuluh pertanian, Tugimin saat berada di halaman Kantor Badan Penyuluhan Pertanian Kecamatan Wonosari yang dipenuhi selada air yang ditanam dengan metode hidroponik, Minggu (26/3/2017). (JIBI/Irwan A. Syambudi)
Lahan sempit bukan halangan bagi warga untuk bercocok tanam
Harianjogja.com, SLEMAN- Lahan sempit bukan halangan bagi warga untuk bercocok tanam. Selain menambah keasrian, pendapatan warga bisa bertambah jika memanfaatkan lahan tersebut untuk bercocok tanam dengan sistem hidroponik.
Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, masyarakat sudah mulai peduli dengan makanan-makanan sehat yang ditanam secara organik. Meski harga jual tanaman organik lebih mahal dari nonorganik, hal itu disiasati warga dengan menanam sendiri tanaman organik di pekarangan mereka.
"Kami berharap warga mampu memberdayakan lahan sempit di lingkungannya," katanya di Balai Besar Latihan Masyarakat Jogja, Jumat (9/6/2017).
Pelatihan Hidroponik sendiri diikuti oleh warga Dusun Beran Lor, Beran Kidul dan Dusun Drono. Peserta pelatihan diberi bantuan alat berupa bibit, instalasi, rockwool, benih, tempat penyemaian dan nutrisi, serta mendapatkan pendampingan dari pihak Balai hingga panen nanti.
"Program pelatihan tersebut bertujuan untuk menumbuhkan ketrampilan bercocok tanam hidroponik untuk menciptakan kemandirian pangan di lingkup keluarga," katanya.
Pemkab, kata Sri, terus mendorong dan memfasilitasi kegiatan budidaya tanaman organik supaya bisa dikonsumsi oleh masyarakat luas. Sleman juga akan mengembangkan sistem tanam hidroponik di masyarakat.
Salah dukungan yang dilakukan, memberikan bantuan stimulan peralatan pertanian kepada seluruh peserta pelatihan Hidroponik. Pemkab juga menyediakan pasar untuk tanaman organik ini di sekitar lapangan Pemda setiap hari Jumat.
Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Edi Sri Harmanta menjelaskan, pengembangan tanaman hidroponik bertujuan untuk meningkatkan sistem ketanahan pangan dengan memanfaatkan lahan pekarangan.
Masyarakat dapat mengoptimalkan lahan di tempat tinggalnya untuk menghasilkan bahan pangan yang segar, sehat dan aman dikonsumsi.
"Saat harga komoditas cabai tinggi, misalnya, itu tidak akan dirasakan jika warga memiliki tanaman cabai dalam polybag atau pot. Produksi yang melebihi kebutuhan sendiri juga bisa dipasarkan, dengan begitu pendapatan warga bisa meningkat dengan sistem ini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Raffi Ahmad meminta maaf setelah menghadiri acara Sumpah Pemuda Polda Metro Jaya yang menuai sorotan dan menjadi perbincangan warganet.
Pelatih kepala baru PSIM Jogja, Risto Vidakovic, mulai terlibat dalam proses pembenahan tim meski belum resmi mendampingi skuad dari pinggir lapangan. Pelatih a
SKK Migas menargetkan proyek Gas Mako Natuna berproduksi 111 MMscfd dalam dua tahun dan memasok kebutuhan listrik Batam.
KAI Daop 6 Yogyakarta membuka pemesanan tiket kereta keberangkatan 1 Desember 2026 melalui Access by KAI mulai 1 November.
Polri akan mendalami keluhan penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran di Sukoharjo melalui mekanisme pengawasan internal, termasuk Propam.
Anggota DPRD Sleman Respati Agus Sasangka menindaklanjuti keluhan sampah di Pasar Cebongan dengan mengusulkan penggunaan insinerator dan optimalisasi mesin komp