Harga BBM Naik, Bus Sekolah Gunungkidul Pangkas Layanan
Kenaikan BBM non subsidi bikin layanan bus sekolah Gunungkidul dipangkas. Dishub hanya operasikan layanan pagi hari.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, WONOSARI – Anggota DPRD Gunungkidul dengan Bupati menandantangani kesepakatan tentang APBD Perubahan 2020. Pembahasan plafon anggaran ini berlangsung dengan singkat karena hanya dibahas dalam rentang waktu sepekan.
Nota pengantar draf perubahan APBD 2020 disampaikan oleh Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi dalam rapat paripurna DPRD pada Rabu (16/9/2020). Diserahkan draf ini, anggota dewan langsung melakukan pembahasan dengan mitra Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Gunungkidul.
BACA JUGA : APBD Perubahan Disahkan, Kulonprogo Fokus Kembalikan
Berselang dua hari dari penyerahan nota pengantar atau tepatnya Jumat (18/9), anggota DPRD kembali menggelar rapat paripurna dengan agenda Pandangan Umum fraksi terhadap draf APBD Perubahan 2020. Pandangan dari ketujuh fraksi ini pun dijawab oleh bupati dalam paripurna yang berlansung Senin (21/9/2020). Setelah prosesi tanya jawab yang disertai dengan klarifikasi terhadap jawaban bupati akhirnya RAPBD Peruahan 2020 disepakati bersama pada Selasa (22/9) sore.
Anggota DPRD Gunungkidul, Ari Siswanto mengatakan, pembahasan APBD Perubahan berlangsung dengan singkat. Hal ini dikarenakan tidak ada perubahan yang signifikan karena hanya fokus pada penyesuaian plafon anggaran dengan kondisi terkini.
“Baiknya tidak ada APBD Perubahan, tapi berhubung ada yang harus disesuaikan, maka harus dilakukan perubahan,” katanya Rabu (23/9/2020).
BACA JUGA : Sempat Berhenti karena Pandemi, Padat Karya Diusulkan
Ari menilai, pembahasan APBD Perubahan masih fokus terhadap penanangann pandemic corona. Ia berharap wabah ini bisa ditangani dengan baik sehingga jumlah kasus penyebaran bisa dikendalikan.
Juru Bicara Anggota DPRD Gunungkidul, Demas Kursiswanto menambahkan, berdasarkan rapat internal di dewan seluruh fraksi sepakat dengan draf APBD Perubahan yang diserahkan bupati sehingga bisa dilanjutkan ke pengesahan. Menurut dia, pembahasan APBD Perubahan dilakukan untuk penyesuaian plafon anggaran baik dari sisi penerimaan ataupun pengeluaran.
Untuk plafon pendapatan diproyeksikan mengalami penurunan sebesar Rp184 miliar, dari Rp2,03 triliun menjadi Rp1,84 triliun. Adanya penurunan ini berdampak terhadap sektor belanja pemkab karena juga mengalami pengurangan hingga ratusan miliar rupiah.
“Semua sudah disepakati karena sudah ditetapkan bersama-sama,” kata Demas.
BACA JUGA : Dikebut, Pembahasan APBD Perubahan 2019 Selesai Empat
Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi saat membacakan sambutan dari bupati mengatakan, dengan persetujuan bersama atas RAPBD Perubahan 2020, maka rencana pelaksanaan kegiatan yang baru bisa dilaksanakan secara efektif.
“Mudah-mudahan hasilnya bisa maksimal. Yang jelas, kegiatan masih fokus dalam upaya percepatan penanganan corona dan penangan dampak pandemi secara optimal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kenaikan BBM non subsidi bikin layanan bus sekolah Gunungkidul dipangkas. Dishub hanya operasikan layanan pagi hari.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.