APBD Perubahan Disahkan, Kulonprogo Fokus Kembalikan Geliat Ekonomi Imbas Pandemi

Bupati Kulonprogo, Sutedjo menandatangani rancangan peraturan daerah tentang perubahan APBD 2020 menjadi perda di Gedung DPRD Kulonprogo, Pengasih, Selasa (8/9/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
09 September 2020 02:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- DPRD Kulonprogo telah mengesahkan rancangan peraturan daerah tentang perubahan APBD 2020 menjadi peraturan daerah, Selasa (8/9/2020). Program dalam APBD Perubahan ini berfokus pada upaya pemerintah menggeliatkan kembali perekenomian masyarakat yang sempat terpuruk imbas pandemi Corona.

"Ya dalam APBD perubahan ini kami fokuskan untuk membangkitkan kembali perekonomian masyarakat, salah satunya dengan infrastruktur. Kita dorong secepatnya, dan hari ini beberapa wilayah di Indonesia belum menetapkan APBD perubahan, nah Kulonprogo termasuk awal sehingga diharapkan pekerjaan bisa dilakukan lebih awal dan selesai tepat waktu," kata Ketua DPRD Kulonprogo, Akhid Nuryati usai pengesahan APBD Perubahan di gedung DPRD Kulonprogo, Selasa sore.

Baca juga: Kisah Warga Selomartani Tinggal di Gubuk, Sakit Belum Bisa Periksa ke Dokter

Akhid mengatakan beberapa program prioritas di APBD murni 2020 yang terkena refocusing anggaran sehingga harus mandek telah dimasukkan dalam APBD perubahan. Program yang mayoritas adalah proyek infrastruktur itu didorong untuk bisa dilaksanakan secepat mungkin sesuai prosedur yang berlaku.

Dengan selesainya proyek-proyek seperti pembangunan jalan, diharapkan bisa memudahkan aksesibilitas masyarakat dalam menjalankan roda perekonomian. Selama proyek berlangsung, warga sekitar juga bisa kecipratan rezeki, karena proyek-proyek apalagi kegiatan padat karya turut melibatkan masyarakat.

Baca juga: Kemenpan-RB Rilis SKB untuk Jaga Netralitas ASN di Pilkada 2020

Akhid mengatakan selain Infrastruktur, pihaknya juga memasukkan penyertaan modal Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ke dalam APBD perubahan. Modal yang diberikan itu sebesar Rp31,5 miliar.

Dengan modal ini, BUMD dituntut untuk bekerja lebih maksimal, tidak hanya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tapi juga pelayanan sosial, terutama ikut terlibat membangkitkan perekenomian masyarakat melalui kegiatan-kegiatan yang terkait dengan hal itu.

Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengatakan penentuan program dalam APBD perubahan yang berfokus pada upaya membangkitkan kembali ekonomi masyarakat sudah diperhitungkan dengan matang. "Semoga dengan sisa waktu yang ada sampai akhir tahun nanti, program dalam APBD perubahan bisa terlaksana dengan lancar," ucapnya.