Kisah Warga Selomartani Tinggal di Gubuk, Sakit Belum Bisa Periksa ke Dokter

Keluarga Suhirjo saat dikunjungi. - Instagram.
08 September 2020 17:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Sekeluarga di Dusun Jetak, Selomartani, Kalasan Sleman diketahui berada dalam kekurangan. Mereka tinggal di sebuah gubuk atau rumah tak layak huni (RTLH) yang tidak memiliki kamar mandi dan sumur.

Cerita satu keluarga miskin ini dibagikan oleh akun Instagram @barasleman pada Senin (7/9/2020). Akun ini membagikan sejumlah foto keluarga yang bernama Suhirjo warga Jetak, Selomartini, Kalasan Sleman yang dikunjungi oleh Wakil Ketua Komisi D DPRD Sleman Raudi Akmal dan sejumlah pejabat Kecamatan Kalasan.

“Mas @raudiakmal beberapa hari yg lalu mendapat laporan dari warga tentang kondisi warga yg membutuhkan bantuan. Kemudian hari ini mas @raudiakmal bersama Ibu Camat Kecamatan Kalasan, Kasi Kesra Desa Selomartani dan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Sleman meninjau langsung keadaan keluarga Bapak Suhirjo di Dusun Jetak Selomartani Kalasan Sleman,” cuitnya.

Akun ini juga menceritakan bahwa keluarga Pak Suhirjo tinggal di RTLH atau gubuk seadanya yang tidak ada sumur dan kamar mandi.

“Keluarga ini tinggal di rumah yg tidak layak huni dgn ukuran 5x6 meter. Rumahnya pun tidak dilengkapi dgn sumur dan kamar mandi sehingga apabila untuk mandi dan buang air harus ke sungai,” tulisnya.

Istri Suhirjo yang diketahui bernama Ngatini bahkan sudah dua bulan sakit dan belum periksa ke puskemas atau rumah sakit karena tidak memiliki BPJS. Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga ini mengandalkan bantuan pemerintah karena Suhirjo tidak bekerja dan anaknya putus sekolah.

“Selain itu, istri Pak Suhirjo, yaitu ibu Ngatini sudah 2 bulan menderita sakit dan belum diperiksakan ke puskesmas ataupun rumah sakit dikarenakan tidak memiliki BPJS Kesehatan. Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga ini mengandalkan bantuan dari pemerintah karena Pak Suhirjo tidak bekerja dan sang anak putus sekolah,” katanya.

Kondisi keluarga ini diusulkan untuk segera ditindaklanjuti oleh dinas terkait di Sleman.

“Koordinasi langsung dilakukan oleh mas @raudiakmal kepada @dinsos_sleman, @dinkessleman, @kabarsleman dan instansi lain terkait untuk segera melakukan tindaklanjut agar masalah dapat segera terselesaikan,” katanya.