Hanya Khusus Penumpang, Stasiun Lempuyangan Jogja Tak Layani Angkutan Barang di 2028
Stasiun Lempuyangan Jogja bakal khusus penumpang. Angkutan barang dipindah ke Brambanan, dengan akses lokal, KRL, dan jarak jauh dipisahkan.
Pengendara melintas di Jembatan Kewek. Pemkot Jogja berencana merehabilitasi jembatan tersebut tahun depan. Harian Jogja/Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, JOGJA—Revitalisasi Jembatan Kewek Jogja kian dimatangkan dengan konsep ramah pejalan kaki dan penambahan ruang terbuka hijau. Proyek pembangunan Jembatan Kewek ini dirancang menghadirkan trotoar lebih lebar hingga 2 meter serta taman kota di sisi jembatan guna memperkuat konektivitas kawasan wisata.
Pelebaran trotoar menjadi fokus utama karena meningkatnya kebutuhan akses pedestrian dari lahan parkir Eks Menara Kopi Kotabaru menuju kawasan Malioboro. Pemerintah Kota Jogja menilai jalur pejalan kaki yang representatif akan menunjang mobilitas wisatawan sekaligus memperkuat integrasi kawasan pusat kota.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPKP Kota Yogyakarta, Hasri Nilam Baswari, menuturkan lebar trotoar yang sebelumnya 1,3 meter akan diperluas menjadi 1,5 hingga 2 meter, menyesuaikan kondisi lapangan.
“Untuk trotoarnya rencananya kami lebarkan sampai 2 meter. Supaya pejalan kaki lebih nyaman,” katanya, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, pelebaran jalur pedestrian ini penting seiring difungsikannya parkir Eks Menara Kopi Kotabaru bagi wisatawan. Ia berharap trotoar tersebut dapat dimanfaatkan pengguna jalan yang hendak menjangkau kawasan Malioboro dari titik parkir tersebut.
Sejauh ini, rencana pelebaran trotoar telah disetujui Dinas Perhubungan Kota Jogja. Penyempitan badan jalan dinilai tidak akan berdampak signifikan terhadap kepadatan lalu lintas karena sistem satu arah sudah diterapkan di Jembatan Kewek.
Selain pelebaran trotoar, pembangunan taman kota sebagai ruang terbuka hijau juga akan direalisasikan di sisi jembatan.
Hasri menjelaskan, saat ini pihaknya masih menuntaskan sejumlah syarat readiness criteria (RC) agar proyek dapat direalisasikan mulai April mendatang. Dokumen Detailed Engineering Design (DED) telah memasuki tahap akhir, sementara hasil uji tanah terbaru menunjukkan lapisan tanah keras sesuai dengan data awal perencanaan.
“Uji tanah itu untuk mengonfirmasi ulang nilai kedalaman tanah keras, dan hasilnya hampir sama dengan data sebelumnya. Artinya tidak ada kendala, DED juga sudah finalisasi,” katanya, Selasa (24/2/2026).
Ia menambahkan, alokasi APBN akan digunakan untuk pembangunan struktur utama Jembatan Kewek serta penataan taman di sisi jembatan. Sementara itu, terdapat skema pembiayaan bersama (cost-sharing) untuk sejumlah pekerjaan yang sebagian dibiayai melalui APBD Kota Jogja, khususnya untuk penataan trotoar atau jalur pedestrian di sekitar jembatan.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Jogja, Bambang Seno Baskoro, mendorong agar pembangunan Jembatan Kewek tidak sekadar dipandang sebagai perbaikan fisik, melainkan bagian dari sinergi penataan kawasan wisata Malioboro.
Menurutnya, optimalisasi lahan parkir Eks Menara Kopi Kotabaru perlu dimaksimalkan, terutama setelah TKP Abu Bakar Ali dibongkar. Selain difungsikan menampung kendaraan wisatawan, kawasan tersebut dinilai perlu dilengkapi transportasi terintegrasi untuk menunjang kenyamanan pengunjung, termasuk kemungkinan penyediaan moda ramah lingkungan.
“Nanti bisa disediakan becak listrik sebagai alternatif menuju Malioboro,” katanya.
Dengan konsep revitalisasi Jembatan Kewek Jogja yang mengedepankan pelebaran trotoar, taman kota, dan integrasi transportasi, kawasan ini diarahkan menjadi simpul konektivitas baru yang mendukung mobilitas wisatawan dan aktivitas ekonomi di sekitar Malioboro.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Stasiun Lempuyangan Jogja bakal khusus penumpang. Angkutan barang dipindah ke Brambanan, dengan akses lokal, KRL, dan jarak jauh dipisahkan.
Polres Wonosobo menggelar patroli skala besar pada malam libur untuk mengantisipasi balap liar dan berbagai potensi gangguan kamtibmas.
Penempatan manajer KopDes Merah Putih mempertimbangkan kesiapan titik, kuota, kapasitas wilayah, domisili, dan kebutuhan nasional.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.