Dewan Soroti Ketimpangan Pembangunan Antarkapanewon di Gunungkidul
DPRD Gunungkidul mendorong RTRW baru untuk memangkas ketimpangan pembangunan antarkapanewon, termasuk akses jalan, air bersih, listrik, dan investasi.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul bakal memfasilitasi kampanye empat pasangan yang bertarung dalam pilkada. Meski demikian, paslon harus bersabar karena hingga satu minggu kampanye berjalan, alat peraga dan bahan kampanye yang dijanjikan masih dalam proses pencetakan.
Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, untuk fasilitasi alat peraga dan bahan kampanye pasangan calon dialokasikan anggaran sebesar Rp320 juta. Sesuai dengan aturan, maka proses pengadaan harus melalui mekanisme lelang karena nilai lebih di atas Rp200 juta.
Menurut dia, proses lelang berjalan lancar dan rekanan pemenang juga sudah mulai mengerjakan alat peraga dan bahan kampanye. Ditargetkan fasilitasi kampanye ini bisa didistribuskan ke masing-masing pasangan pada 12 Oktober mendatang. “Sekarang masih proses,” kata Hani kepada Harianjogja.com akhir pekan lalu.
Baca Juga: Pagi Ini Ibadah Umrah di Mekah Kembali Dimulai, Begini Protokol untuk Pastikan Keamanan Pengunjung
Dia menjelaskan, untuk media berkampanye paslon, KPU tidak hanya menyediakan alat peraga dan bahan kampanye. Hal ini dikarenakan ada fasilitas lain seperti sosialisasi di media cetak maupun online pada 14 hari terakhir di masa kampanye. Selain itu, ada juga fasilitasi debat publik sebanyak tiga kali.
“Kami juga akan sewa videotron milik RSUD Wonosari untuk mengenalkan masing-masing calon,” ungkapnya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Anggota KPU Gunungkidul, Supami. Menurut dia, pihaknya menyediakan alat peraga dan bahan kampanye untuk dipasang oleh masing-masing paslon.
Ia menjelaskan, sarana fasilitasi berkampanye ini ada beberapa macam. Sebagai contoh untuk alat peraga terdiri dari spanduk, baliho dan videotron. Sedangkan untuk bahan kampanye terdiri dari poster, selebaran, brosur dan pamflet. Adapun jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan, untuk baliho setiap pasangan mendapatkan lima unit.
Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Anies Baswedan Dirawat?
Sedangkan untuk spanduk, setiap pasangan mendapatkan 288 lembar yang harus dipasang di setiap desa sebanyak dua spanduk.
Porsi Sama
Supami menjelaskan, untuk alat peraga kampanye akan lebih banyak lagi. Untuk poster, KPU akan menyediakan sebanyak 21.000 lembar, pamflet sebanyak 35.000 lembar, brosur sebanyak 14.000 lembar dan brosur dicetak sebanyak 180.000 lembar. “Semua pasangan mendapatkan porsi yang sama. Kalau ditotal akan mendapatkan sebanyak 250.000 lembar untuk alat peraga kampanye,” katanya.
Ia menuturkan, setelah proses pencetakan selesai nantinya akan diserahkan ke masing-masing pasangan untuk digunakan sebagai media berkampanye. “Sudah aturannya. Sebagai contoh untuk baliho akan dipasang oleh setiap pasangan dengan mengacu aturan yang ada,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendorong RTRW baru untuk memangkas ketimpangan pembangunan antarkapanewon, termasuk akses jalan, air bersih, listrik, dan investasi.
Bapanas menegaskan bansos beras tahap II 2026 harus diterima utuh tanpa pungutan. Cek syarat, penerima, dan cara mengambilnya.
Perkembangan AI dinilai harus tetap berpijak pada martabat manusia, kemampuan berpikir kritis, etika, dan tanggung jawab.
KTT BRICS ke-18 di India mempertemukan 11 negara anggota di tengah konflik AS-Iran dan Rusia-Ukraina yang berdampak pada ekonomi global.
Sekolah di Jogja memperkuat literasi, numerasi, dan STEM berbasis PISA untuk meningkatkan daya kritis, kreativitas, dan kemampuan siswa.
Tim SAR mengerahkan helikopter HR-3604 untuk memperluas pencarian delapan jurnalis dan awak kapal yang hilang di Selat Sunda.