Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, KULONPROPGO—Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kulonprogo bersama satuan tugas penanganan Covid-19 Kapanewon Galur membubarkan kerumunan yang bermain layang-layang di wilayah Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), Galur.
Kepala Satpol PP Kulonprogo, Sumiran, mengatakan pembubaran tersebut dilakukan dalam operasi patuh protokol kesehatan yang digelar dua hari berturut-turut pada Jumat-Sabtu (2-3/10/2020). Lokasi yang disasar berfokus di ruas JJLS wilayah Galur, karena di tempat itu didapati adanya kerumunan massa.
BACA JUGA: Masih Terjadi, Ini Modus Kebocoran Retribusi Masuk Pantai di Gunungkidul
"Dari pemantauan sebelumnya, para pegiat layang-layang dan penonton banyak melanggar protokol kesehatan, terutama tidak memakai masker, tidak menjaga jarak dan berkerumun. Terlebih lagi dalam kerumunan tersebut, banyak bermunculan pedagang kreatif lapangan (PKL) yang menggelar dagangannya di sepanjang JJLS, sehingga harus ditertibkan," ucap Sumiran, Selasa (6/10/2020).
Patroli itu dilaksanakan dua kali dengan sistem shift. Shift pertama dimulai pada pukul 16.00-18.00 WIB oleh Satgas Covid-19. Dilanjutkan shift kedua pukul 18.00-21.30 WIB oleh Tim Gabungan Satpol PP, Kodim 0731 Kulonprogo, kepolisian dan Dinas Perhubungan Kulonprogo.
BACA JUGA: Wawancara Kursi Kosong, Najwa Shihab Dilaporkan ke Polisi oleh Relawan Jokowi
Pada hari pertama, Jumat, tim tersebut dibagi menjadi lima regu yang menempati posisi di simpang jalan di wilayah JJLS. Di sana disinyalir adanya kelompok masyarakat yang akan menaikan layangan yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa.
Dalam kesempatan itu tim gabungan menegur tiga kelompok masyarakat yang akan menaikan layang-layang dan diminta untuk pulang. Sementara yang sudah menaikkan diminta untuk segera diturunkan supaya tidak mengundang kerumunan. "Dari pengamatan Tim, nampak beberapa pengunjung mulai berdatangan untuk melihat aksi pegiat layang-layang tersebut," ucap Sumiran.
Pada hari kedua, Sabtu, tim gabungan menyisir jalur JJLS sambil melakukan pancar siar mobil keliling guna memberikan edukasi protokol kesehatan dan mengimbau para pegiat layang-layang untuk tidak menaikkan layangannya. Terhadap penonton yang berkerumun, tim gabungan memberikan edukasi tentang bahaya penyebaran Covid-19 di area terbuka dan berkerumun serta menghimbau supaya patuh protokol kesehatan
BACA JUGA: 18 Anggota DPR Positif Covid-19, Gedung Parlemen Akan Dilockdown
Sementara itu, kasus Covid-19 di Kabupaten Kulonprogo masih terus bertambah. Terbaru Gugus Tugas Penanganan Covid-19 mengumumkan enam kasus baru, Selasa (6/10/2020).
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati, mengatakan enam kasus itu meliputi KP-184, perempuan, 46, asal Kapanewon Sentolo; KP-185, laki-laki, 55, Wates; KP-186, perempuan, 25, Wates; KP-187, perempuan, 18, Wates; KP-188, perempuan, 8, Wates dan KP-189, laki-laki, 6 bulan, Wates.
KP-184 terinfeksi dari KP-174. Sedangkan KP-185 sampai dengan KP-187 tertular oleh KP-177. Adapun untuk KP-188 dan KP-189 merupakan kontak erat KP-182. "Seluruh kasus ini menjalani isolasi mandiri di rumah mereka masing-masing," ucap Baning.
Dalam kesempatan yang sama, Baning juga menyampaikan kesembuhan empat penderita. Dengan begitu total akumulasi penderita Covid-19 di Kulonprogo saat ini mencapai 189 kasus dengan rincian, 20 isolasi di rumah sakit, 42 isolasi mandiri, 122 sembuh dan lima meninggal dunia.
Kepada masyarakat Kulonprogo, Baning mengimbau agar meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya virus Covid-19. Di samping ia juga mengingatkan masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.