Lurah se-DIY Diperkuat, Sultan Minta Dana Desa Bebas Korupsi
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
Foto ilustrasi. /ANTARA FOTO-Fakhri Hermansyah
Harianjogja.com, JOGJA-Merespons pengesahan Omnibus Law, Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) Jogja, kembali menggelar aksi pada Kamis (8/10/2020). Masa aksi yang mayotitas mahasiswa dan pelajar melakukan long march dari Bundaran UGM menuju DPRD DIY.
Masa aksi mulai memadati Bundaran UGM pukul 10.00 WIB. Gabungan dari berbagai aliansi ini diperkirakan mencapai 5.000 orang. Sekira pukul 11.00 WIB ARB mulai jalan dengan rute bundaran UGM - Mirota Kampus - MC Donald Sudirman - Tugu Jogja - DPRD DIY. Karena banyaknya masa aksi, beberapa ruas jalan sempat ditutup, khususnya jalan yang menjadi jalur long march. Di sepanjang rute tersebut aksi masih berjalan damai .
Humas ARB, Revo, menuturkan aksi ini merupakan bentuk mosi tidak percaya pada pemerintahan Jokowi-Ma\'aruf. "Jokowi-Ma\'aruf haris turun dari jabatannya, bubarkan DPR dan bentuk Dewan Rakyat," ujarnya.
BACA JUGA: Malioboro Porak-poranda Usai Pecah Bentrok Polisi & Mahasiswa di Demo Menolak UU Ciptaker
Ia melihat rezim Jokowi-Ma’aruf tidak mampu menghadapi pandemic. Dalam kesusahan yang dihadapi rakyat, buruh petani, malah rezim mengajukan UU Cipta Kerja yang disahkan 5 oktober lalu. “Kami menuntut hari ini pemerintah mencabut UU ciopta kerja dan seluruh kerangka uu dalam Omnibus Law,” ungkapnya.
Dalam pengesahan Omnibus Law kata dia, tidak ada partisipasi publik dan tidak menghiraukan gelombang penolakan dan masukan masyarakat. Sebagai akumulasi dari kemarahan dan kekecewaan masyarakat, ARB berkumpul di sini menyuarakan aspirasi.
“Kami tuntutannya mendorong kolektifitas horizontal, mendukung gerakan rakyat, gerakan sipil untuk menyeret turun rezim Jokowi-Maaruf, bukan hanya ganti satu pion. Kami juga mengecam proyek insfrastruktur dan ekstraktif yang selama ini sudah menyengsarakan dan makin memarjinalkan posisi masyarakat,” jelasnya.
Aksi berujung ricuh di Gedung DPRD DIY. massa aksi melempari Gedung dengan batu, sementara polisi menembaki masa aksi dengan gas air mata. Suasana mencekam masih menyelimuti Malioboro hingga menjelang maghrib.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan lahan 4 hektare untuk TPST Wukirsari. Proyek menunggu bantuan Pemerintah Pusat dan ditarget mulai dibangun 2027.
Honda Super-One debut di GIIAS 2026 dengan kuota 100 unit untuk Indonesia. Mobil listrik ini mampu menempuh jarak hingga 274 kilometer.
DKPP menjatuhkan sanksi peringatan keras kepada Anggota KPU RI Parsadaan Harahap terkait penggunaan helikopter saat pelantikan KPPS di Cianjur.
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan penertiban gula rafinasi untuk melindungi petani tebu dan mempercepat target swasembada gula.
Dua mesin diesel milik petani di Bulak Dobangsan, Wates, Kulonprogo dicuri. Korban merugi Rp3,5 juta, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.