Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Sri Sultan HB X/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA--Demo menolak Omnibus Law yang berujung ricuh di Gedung DPRD DIY dan mengakibatkan sejumlah kerusakan disayangkan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X. Pelaku kerusuhan yang sengaja didesan itu harus ditindak tegas karena menimbulkan kerusakan fasilitas publik.
Sultan mengatakan pelaku kerusuhan bukanlah mahasiswa, bukan buruh bukan juga pelajar, melainkan kelompok tertentu yang memang telah merencanakan serangkaian aksi anarkistis di Jogja. “Ada sekelompok orang yang enggak mau pergi, kita tidak kenal itu siapa. Dan itu berlangsung terus sampai sore. Saya yakin by design [direncanakan],” ujarnya, Jumat (9/10/2020).
BACA JUGA : Ini Potret Rusuh Demonstrasi Tolak UU Cipta Kerja di Indonesia
Raja Kraton Ngayogyakarta ini percaya kelompok tersebut tidak berasal dari Jogja, karena masyarakat Jogja tidak memiliki karakter untuk menghancurkan kotanya sendiri. Ia berterimakasih kepada TNI, polisi dan warga yang menghadang kelompok ini, bahkan sampai ada yang nekat berkelahi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah warga di seputaran Malioboro, Jalan Mataram dan sekitarnya berjaga dengan menggunakan tongkat bambu dan menangkapi massa aksi yang melakukan perusakan. “Dengan cara seperti itu kita bisa melawan kepentingan anarkis karena itu bukan karakter kita untuk merusak kotanya sendiri, karena memang dia [massa] bukan dari Jogja, bukan penduduk Jogja,” katanya.
BACA JUGA : Demo Tolak Omnibus Law Ricuh, PKL Malioboro Terpaksa
Aksi rusuh itu kata dia, bukan bagian dari kepentingan buruh, melainkan by design oleh kelompok yang melakukan hal serupa di banyak daerah lainnya. “Saya ingin [pelaku] kita pidana, kita tuntut. Karena ini by design, bukan kepentingan buruh. Supaya tidak main-main, karena dia juga maunya seperti itu,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.
Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia dinilai berpotensi masuk kategori risiko tinggi PP Tunas seperti Lazada dan Blibli.
Lomba Ayam Bekisar Piala Jogja Istimewa ke-3 diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai daerah dan mengangkat pelestarian budaya serta satwa.