Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Wakil Ketua Panitia Hari Jadi Kulonprogo 2020, Jumanto (tengah) didampingi Sekretaris Panitia, Duana Heru Supriyanta (kiri) dan Kepala Diskominfo Kulonprogo, Rudiyatno dalam jumpa pers persiapan Hari Jadi Kulonprogo, di Balai Agung, Kompleks Pemkab Kulonprogo, Selasa (13/10/2020)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Perayaan Hari Jadi Ke-69 Kabupaten Kulonprogo jatuh pada Kamis (15/10/2020) lusa bakal berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sejumlah kegiatan yang dulu rutin meramaikan hari kelahiran Bumi Menoreh itu terpaksa dihilangkan karena pandemi Covid-19.
Kegiatan yang ditiadakan itu di antaranya pameran pembangunan dan ziarah makam mantan bupati Kulonprogo. Dua kegiatan tersebut terpaksa dihilangkan karena dikhawatirkan menimbulkan kerumunan yang menyalahi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Di samping itu, anggaran untuk penyelenggaraan pameran pembangunan sudah terpangkas untuk penanganan Covid-19. "Kalau tetep digelar justru jadi masalah baru, karena itu berkaitan dengan anggaran dan protokol kesehatan," kata Wakil Ketua Panitia Hari Jadi Kulonprogo 2020, Jumanto dalam jumpa pers persiapan Hari Jadi Kulonprogo, di Balai Agung, Kompleks Pemkab Kulonprogo, Selasa (13/10/2020).
BACA JUGA: Adik Tersandung Kasus Narkoba, Pasha Ungu: Ada Hikmahnya
Sebagai gantinya, panitia menggelar kegiatan lain yang teknis pelaksanaannya dilakukan secara sederhana guna menyesuaikan kondisi pandemi Covid-19. Kegiatan ini terbagi menjadi dua waktu. Pertama adalah kegiatan yang telah diselenggarakan sebelum hari H, meliputi parade musik religi, talk show budaya dan festival gejog lesung. Kegiatan yang dilaksanakan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) ini disiarkan secara daring melalui channel YouTube instansi tersebut.
Kegiatan lain yakni doa lintas agama atau tirakatan, rencananya dilaksanakan pada Rabu (14/10/2020) di Gedung Kaca Kompleks, Pemkab Kulonprogo. Selanjutnya, Upacara Hari Jadi digelar di lokasi yang sama pada Kamis (15/10/2020).
Panitia juga akan mengadakan kegiatan donor darah ASN Kulonprogo bekerja sama dengan PMI Kulonprogo, launching empat karya film pendek karya sekolah film Kulonprogo pada 23 Oktober, gelar karya batik Kulonprogo, Kulonprogo, pada 24 Oktober. Malam penutupan digelar di Alun-alun Wates, pada 27 Oktober dengan mementaskan wayang kulit singkat.
"Jika biasanya pentas wayang semalaman suntuk, kali ini maksimal cuma sampai pukul 23.00 WIB," kata Jumanto yang juga menjabat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Setda Kulonprogo ini.
BACA JUGA: Waspada! Puncak La Nina Berbarengan dengan Musim Hujan Desember-Januari
Jumanto mengatakan pada malam penutupan itu akan diumumkan pemenang setiap lomba yang sebelumnya sudah digelar dalam rangka HUT Kulonprogo, di antaranya lomba Kelompok Wanita Tani dan penghargaan juara monitoring kinerja kapanewon 2020.
Sekretaris Panitia Hari Jadi Kulonprogo, Duana Heru Supriyanta, mengatakan pihaknya telah berkomitmen bahwa semua kegiatan dalam hari jadi ini digelar sesuai protokol kesehatan yang ketat. "Termasuk saat penyelenggaraan doa bersama dan refleksi jalannya pemerintahan Kulonprogo. Sebelum masuk ruangan peserta dicek suhu tubuhnya, wajib memakai masker, mencuci tangan, dan menerapkan physical distancing," ucapnya.
Duana berharap meski hari jadi kali ini digelar lebih sederhana dari tahun-tahun sebelumnya, makna yang ingin disampaikan kepada masyarakat tetap bisa tercapai. Di samping itu, penyelengaraan hari jadi yang kebanyakan dilakukan secara daring dapat membuka mata masyarakat bahwa sekarang sudah saatnya memanfaatkan teknologi dengan maksimal.
Hari jadi ke-69 Kulonprogo mengusung tema Kebangkitan Ekonomi untuk Kulonprogo Maju. Tema ini mendasarkan kehadiran mendasarkan kehadiran Bandara International Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) yang diharapkan bisa memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat, membuka peluang usaha sehingga masyarakat tidak hanya jadi penonton tapi bisa berpartisipasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.
Kasus penyakit kronis kini banyak menyerang usia muda akibat gaya hidup. Simak penyebab dan upaya pencegahannya.
Veda Ega Pratama finis ke-8 Moto3 Catalunya 2026 usai start dari posisi 20. Tampil impresif dan raih poin penting untuk Indonesia.