Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA-Pemerintah Pusat merencanakan memulai pendistribusian vaskin Corona pada November mendatang, dengan beberapa kelompok menjadi prioritas vaksinasi, salah satunya tenaga Kesehatan. Meski demikian, sampai saat ini Pemda DIY belum mendapapat arahan pendistribusian vaksin tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembayun Setyaning Astuti, mengungkapkan untuk vaksinasi covid-19, pihaknya akan melaksanakan sesuai arahan Pemerintah Pusat. “Kita akan sesuai arahan Pemerintah Pusat. Kami belum mendapat surat resmi adanya distribusi vaksin tersebut,” ujarnya.
Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, saat disinggung soal kebutuhan vaksin, menurutnya seluruh warga DIY membutuhkan, sehingga jumlahnya bisa mencapai 3,8 juta. “Semua penduduk butuh karena sejak kecil tidak ada yang mendapat vaksin covid-19,” kata dia.
Namun jika melihat ketersediaan, tetap harus ada prioritas untuk kelompok tertentu. Untuk itu, dibutuhkan kajian dari Dinas Kesehatan DIY bersama organisasi profesi tenaga Kesehatan untuk menentukan siapa saja yang menjadi prioritas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Proyek kereta gantung Prambanan memasuki tahap akhir penyesuaian LP2B. Setelah persetujuan ATR/BPN terbit, proses perizinan akan dilanjutkan.
Mandatori B50 resmi diterapkan nasional. Kebijakan ini ditargetkan memperkuat swasembada energi, menghemat devisa, dan mengurangi impor solar.
Polres Bantul mengungkap dugaan peredaran Alprazolam di Kasihan setelah menerima laporan warga. Seorang pemuda diamankan bersama 24 tablet obat psikotropika.
Program BPBL 2026 menargetkan 225.000 rumah tangga prasejahtera mendapat sambungan listrik gratis beserta instalasi, token, dan daya 900 VA.
KPK mendalami dugaan pemberian uang Rp100 juta kepada Gus Miftah yang terungkap dalam persidangan dugaan korupsi DJKA Kementerian Perhubungan.