Marbot di Sleman Dapat Santunan BPJamsostek Rp42 Juta di Milad DMI
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Rizal Abdul Aziz, warga Salakan, Trihanggo, Gamping, menunjukkan kartu BPJS Kesehatan miliknya, Kamis (15/10/2020)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Semua orang berharap tetap sehat dan tidak menggunakan Kartu BPJS Kesehatan. Namun bagaimana jika kesehatan tiba-tiba terganggu? Rizal Abdul Aziz, warga Salakan, Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, mengaku baru pekan lalu untuk pertama kali menggunakan layanan BPJS Kesehatan. "Seumur-umur baru sekali saya menggunakan kartu itu. Karena tiba-tiba ada gejala seperti hernia sehingga saya harus periksa ke dokter spesialis," katanya, Kamis (15/10/2020).
Karena belum memiliki pengalaman menggunakan layanan JKN BPJS Kesehatan, Rizal kemudian berinisiatif untuk mencari informasi melalui Internet. "Setelah tahu prosedurnya, saya kemudian ke faskes pertama yakni ke puskesmas untuk meminta rujukan karena di puskesmas tidak ada dokter spesialis," katanya.
Saat tiba di puskesmas, Rizal juga mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan. "Selama mengikuti prosedur tidak ada kesulitan. Awalnya saya waswas apakah layanannya sesuai informasi yang beredar di Internet atau bakal ribet. Ternyata tidak ada kesulitan," katanya.
Setelah mendapatkan surat rujukan, ia bergegas ke rumah sakit rujukan tidak jauh dari tempat tinggalnya. Di rumah sakit dia mendapatkan pelayanan sesuai prosedur. "Layanannya tidak berbelit-belit. Mereka juga sudah tahu setelah surat rujukan saya serahkan, dan selanjutnya saya diperiksa oleh dokter spesialis," katanya.
Setelah pemeriksaan kesehatan selesai dan mendapatkan jadwal untuk kontrol, Rizal pulang tanpa harus membayar biaya administrasi dan pemeriksaan, termasuk obat-obatan. "Asalkan sesuai prosedur ternyata semua berjalan mudah," katanya.
Dia menilai, keberadaan program BPJS Kesehatan sangat membantu bagi pekerja seperti dirinya dengan penghasilan tidak seberapa. Buat menabung saja, kata Rizal, dia masih kesusahan sehingga menjadi peserta BPJS Kesehatan semua layanan kesehatan bisa semakin mudah.
"Jadi program BPJS ini sangat membantu. Tidak bisa dibayangkan kalau tidak menjadi peserta BPJS biaya yang ditanggung pasti banyak. Soalnya harus kontrol beberapa kali," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Selasa 25 Agustus 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 25 Agustus 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
BPS DIY menjelaskan penyebab perubahan desil DTSEN, mekanisme pemeringkatan, serta cara warga mengajukan pemutakhiran data.
Okupansi hotel DIY naik 5%-15% selama libur Maulid Nabi 2026. Asita juga mencatat permintaan perjalanan wisata naik sekitar 5%.