Peneliti Temukan Resep Membuat Es Krim Anti Meleleh
Peneliti membuat terobosan baru setelah menemukan cara untuk membuat es krim yang hampir tidak meleleh.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, NGEMPLAK - Unit Reskrim Polsek Ngemplak meringkus SR, 44, yang nekat mencuri satu unit sepeda dan dua ponsel milik warga Ngemplak. Aksi kriminalitas ini terjadi ketika tersangka mencuri di dua rumah yang pintunya tidak dikunci oleh pemiliknya.
Kapolsek Ngemplak Kompol Wiwik Hati Tulasmi menuturkan tersangka yang berasal dari Hargosari, Tanjungsari, Gunungkidul ini ditangkap sebelum berhasil menjual barang hasil curiannya. Ia diciduk kurang dari 12 jam usai kejadian. "Polisi menangkap pelaku di daerah Ngemplak saat akan menjual sepeda hasil curiannya," kata dia pada Minggu (18/10/2020).
Ia menerangkan peristiwa terjadi pada 5 Oktober 2020 dini hari lalu ketika tersangka mendatangi rumah korban yang bernama Bintang Rahma, 22, warga Wedomartani, Ngemplak, Sleman. Tersangka masuk ke dalam rumah korban melalui pintu yang tidak terkunci.
"Pintunya hanya diganjal dari dalam rumah, sehingga pelaku bisa mudah membuka pintu dengan cara mendorongnya. Di tempat itu pelaku mengambil dua ponsel," terang Wiwik.
Baca Juga: Kulonprogo Tambah 5 Pasien Positif Covid-19, Semua Pelaku Perjalanan
Tak puas dengan apa yang diperolehnya, SR kemudian berkeliling ke rumah lain di sekitar lokasi pencuriannya yang pertama. Lagi-lagi, ia menemukan rumah lain yang pintunya tidak dikunci oleh pemiliknya. Dari rumah itu, ia mengambil dompet dan sepeda milik korban Reza Yoga, 22.
Aksi pencurian tersebut baru diketahui korban Reza saat pagi hari ketika akan menggunakan sepedanya namun sudah tidak ada di tempat. Ia langsung melaporkan hal yang dialaminya itu ke Polsek Ngemplak. Akibat kejadian tersebut total kerugian yang ia alami mencapai Rp5 juta.
Kanit Reskrim Polsek Ngemplak, Iptu Sutriyono menambahkan kepolisian langsung melakukan penyelidikan begitu mendapatkan laporan itu. Kurang dari 12 jam, pihaknya berhasil menangkap maling itu.
"Petugas menangkap pelaku saat akan menjual sepeda hasil curianya kepada seseorang di Ngemplak. Beruntung barang-barang itu masih dalam penguasaanya," ujar Sutriyono.
Baca Juga: Awalnya Mengejar, Ini Alasan Pria Menghilang Usai Kenal Lebih Dekat
Tersangka yang merupakan pengangguran itu kini mendekam di rumah tahanan Polsek Ngemplak. Ia dijerat pasal 363 ayat 1 ke 3-e jo pasal 65 KUHP tentang pencurian dengan ancaman tujuh tahun penjara.
Ia mengimbau bagi masyarakat untuk selalu waspada dan mengamankan barang berharga di rumah. Ketika akan meninggalkan rumah maupun pergi tidur, kata dia, pintu harus selalu dipastikan sudah terkunci dengan baik untuk meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan.
"Pelaku kejahatan melakukan aksinya karena ada kesempatan. Untuk itu masyarakat jangan lengah, pastikan keamanan diri di sekitar rumah dan lingkungan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peneliti membuat terobosan baru setelah menemukan cara untuk membuat es krim yang hampir tidak meleleh.
Pemerintah memastikan pemulangan sembilan WNI relawan Gaza usai dibebaskan dari penahanan Israel dan tiba di Turkiye.
Alex Marquez resmi absen di MotoGP Italia dan Hungaria 2026 usai mengalami cedera patah tulang selangka dan vertebra saat balapan di Catalunya.
Cristiano Ronaldo membawa Al Nassr juara Liga Arab Saudi usai mencetak dua gol saat menang 4-1 atas Damac.
Sultan HB X ingin RTH eks Parkir ABA Jogja jadi taman bunga nyaman, bukan hutan kota. Penataan dimulai dengan anggaran 2026.
Harga emas perhiasan hari ini 22 Mei 2026 naik, buyback tertinggi tembus Rp2,47 juta per gram.