Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, mengatakan hingga kini Pemda DIY belum mendapat informasi detail terkait mekanisme distribusi vaksin Covid-19.
Sultan mengatakan distribusi vaksin Covid-19 dari Pusat akan bertahap, di mana 100 juta vaksin akan dibagi untuk seluruh provinsi, dengan prioritas pada kelompok masyarakat tertentu.
“Tapi prioritas kan sudah ada, yang paling punya resiko besar, mereka yang bergerak di bidang Kesehatan. Presentasenya belum tahu persis, detailnya seperti apa. Mungkin diutamakan dulu tahap pertama umur 18-59 misal, ya gakpapa. Silakan aja, yang penting bisa konsisten kita lakukan,” ungkap Sultan, Kamis (22/10/2020).
BACA JUGA: Sehari Tambah 45 Orang, Ini Update Terbaru Data Covid-19 di DIY
Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih mengatakan sampai saat ini masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait distribusi vaksin. “Vaksinasi kan hal yang rutin kita lakukan, jadi kita tinggal menunggu berapa, siapa, kapan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.