Sultan HB X Jogja: Sragen Saudara Tua DIY, Jejak Mataram Harus Dijaga
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
Sri Muslimatun saat bersilaturrahmi dengan Kevikepan Jogja, Rabu (28/10/2020)./Ist
Harianjogja.com, SLEMAN - Kontestasi Pilkada menjadi momentum adu strategi untuk meraup suara sebanyak-banyaknya. Mendatangi tokoh masyarakat atau elit-elit lokal yang memiliki basis massa, lazim dilakukan para kontestan.
Berbeda dengan Sri Muslimatun, paslon nomor urut 2 di Pilkada Sleman memilih pendekatan keberagaman. Ia bersilaturahmi dengan tokoh agama Katolik yangg menjadi pengurus Kevikepan Jogja dalam rangka sosialisasi program kerja melalui konsep “toleransi politik.” Menurutnya, toleransi politik adalah instrumen yang dapat bergerak fleskibel menghimpun potensi keberagaman.
“Perbedaan agama, suku, budaya tak perlu lagi diperdebatkan. Saya ingin politik menjadi instrumen untuk memperkuat toleransi sekaligus alternatif baru membangun Sleman,” jelasnya, Rabu (28/10/2020).
Hadir dalam perteman itu pimpinan kevikepan, antara lain Romo Adrianus Maradiyo dan Romo Sapto Nugroho. Mereka berbincang seputar kondisi sosial dan potret keberagaman yang perlu diperhatikan. "Kami senang dan menyambut baik gagasan “politik toleransi.” Harapan kami seluruh perbedaan dapat terkonsolidasi secara matang agar pembangunan lebih tertata,” ujar Romo Sapto.
Baca Juga: Dua Objek Wisata di Kulonprogo Deklarasikan Wisata Aman di Tengah Pandemi
Di sisi lain, Muslimatun mengakui masih banyak anggapan bahwa politik hanya urusan kepentingan. Para kontestan Pilkada cenderung merapat kepada kelompok dengan basis massa yang banyak. Padahal lebih dari itu, politik dapat digunakan untuk menjaring aspirasi dari berbagai komponen masyarakat, tanpa melihat mayoritas atau minoritas.
“Politik toleransi itu kan sifatnya menyatukan berbagai aspirasi, sehingga dalam pembangunan ada partisipasi dari semua komponen. Saya menilai, Kevikepan ini komponen yang sangat penting untuk dilibatkan,” kata Muslimatun.
Dalam kesempatan ini Muslimatun juga menerima pakta integritas dari Forum Masyarakat Katolik Kabupaten Sleman. Pakta integritas berisi gerakan moral untuk komitmen kebangsaan.
Baca Juga: Inovasi Baru Taman Pintar Jogja, Keliling Secara Virtual
“Saya mendukung sepenuhnya gerakan berbasis kebangsaan. Biarkan masyarakat tahu kalau saya menjadikan politik sebagai ikatan untuk keberagaman, ikatan untuk membangun kesejahteraan,” ujar sosok yang dikenal Ibune wong Sleman itu.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
Timnas Vietnam mendapat bonus Rp686 juta dari VFF usai menang 3-0 atas Indonesia dan semakin dekat ke semifinal Piala AFF 2026.
Aura Kasih mengaku sudah memiliki kekasih dan membantah rumor terkait Ridwan Kamil. Sang pasangan disebut dekat dengan Arabella.
Melvyn Lorenzen menilai PSS Sleman memiliki tim kompetitif dan staf pelatih berkualitas setelah resmi bergabung dengan Super Elja.
Simak 4 tips membeli mobil bekas lewat lelang, mulai dari menentukan anggaran hingga menyiapkan kendaraan cadangan.
Googlebook Lenovo mulai terungkap ke publik. Laptop baru Google ini menggabungkan Android, Gemini AI, dan ChromeOS.