Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Kegiatan self declare yang digelar di Pule Payung, Kokap, Kulonprogo, Selasa (27/10/2020)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pelatihan dan pendampingan bertajuk aktivasi sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang digelar Badan otorita Borobodur (BOB) di Objek Wisata Pule Payung, Kulonprogo, dan Geosite Ngingrong, Gunungkidul, beberapa waktu lalu diakhiri dengan self declare. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pengelola wisata dalam pelaksanaan protokol kesehatan di destinasi wisata.
Kegiatan self declare digelar di Objek Wisata Pule Payung, Kapanewon Kokap, Kulonprogo, Selasa (27/10/2020). Dalam kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Dinas Pariwisata DIY, Dinas Pariwisata Gunungkidul, Dinas Pariwisata Kulonprogo serta Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Dirut BOB, Indah Juanita, mengatakan kegiatan pendampingan dan pelatihan SDM pariwisata di Pule Payung dan Geosite Ngringrong itu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pelayanan kepariwisataan dan menyiapkan SDM pelaku wisata agar bisa mengelola destinasi wisata berdasarkan standar operasional prosedur (SOP) adaptasi kebiasan baru (AKB) di masa pandemi Covid-19.
“Kami melihat bahwa destinasi wisata di DIY-Jateng harus dipersiapkan. Jadi kami membantu pendampingan dan pelatihan kepada pengelola wisata supaya mereka siap betul dalam pembukaan wisata di masa pandemi seperti ini,” kata Indah.
Pelatihan di Geosite Ngingrong dilakukan 19–26 Oktober, sedangkan di Pule Payung dilaksanakan 20–27 Oktober. Selama tujuh hari pelatihan, peserta yang seluruhnya merupakan SDM di dua destinasi wisata itu mendapat sosialisasi aturan dalam AKB, pelatihan penghitungan carrying capacity, alur wisatawan, pemetaan zonasi wisatawan, visitor management, layanan prima, dan Sapta Pesona. Di samping itu juga dilakukan pembuatan SOP yang melibatkan lembaga sertifikasi yang digandeng oleh BOB, yaitu Lembaga Sertifikasi Usaha (LSU) Pariwisata Bhakti Mandiri Wisata Indonesia (BMWI).
Indah mengatakan pelatihan dan pendampingan ini merupakan salah satu bagian dari upaya BOB untuk menciptakan harmonisasi, koordinasi, pengembangan dan pembangunan destinasi wisata di wilayah DIY-Jateng. “Dengan kegiatan ini nantinya kami upayakan agar titik-titik destinasi yang sudah mengikuti pelatihan bisa buka secara bersamaan agar saat nanti wisatawan yang datang punya banyak pilihan berwisata. Dengan punya pilihan yang banyak tentu bisa membuat lama tinggal wisata yang lebih lama,” katanya.
Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf, Wisnu Bawa Tarunajaya, berharap kegiatan ini bisa benar-benar membuat SDM pariwisata di DIY dan Jateng lebih siap dalam menyambut wisatawan, baik mancanegara maupun domestik yang berkunjung di masa pandemi Covid-19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Prabowo menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski kurs dolar dan ekonomi global bergejolak.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.