Dua Objek Wisata di Kulonprogo Deklarasikan Wisata Aman di Tengah Pandemi

Kegiatan self declare yang digelar di Pule Payung, Kokap, Kulonprogo, Selasa (27/10/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
28 Oktober 2020 05:57 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Pelatihan dan pendampingan bertajuk aktivasi sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang digelar Badan otorita Borobodur (BOB) di Objek Wisata Pule Payung, Kulonprogo, dan  Geosite Ngingrong, Gunungkidul, beberapa waktu lalu diakhiri dengan self declare. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pengelola wisata dalam pelaksanaan protokol kesehatan di destinasi wisata.

Kegiatan self declare digelar di Objek Wisata Pule Payung, Kapanewon Kokap, Kulonprogo, Selasa (27/10/2020). Dalam kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Dinas Pariwisata DIY, Dinas Pariwisata Gunungkidul, Dinas Pariwisata Kulonprogo serta Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Dirut BOB, Indah Juanita, mengatakan kegiatan pendampingan dan pelatihan SDM pariwisata di Pule Payung dan Geosite Ngringrong itu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pelayanan kepariwisataan dan menyiapkan SDM pelaku wisata agar bisa mengelola destinasi wisata berdasarkan standar operasional prosedur (SOP) adaptasi kebiasan baru (AKB) di masa pandemi Covid-19.

“Kami melihat bahwa destinasi wisata di DIY-Jateng harus dipersiapkan. Jadi kami membantu pendampingan dan pelatihan kepada pengelola wisata supaya mereka siap betul dalam pembukaan wisata di masa pandemi seperti ini,” kata Indah.

Pelatihan di Geosite Ngingrong dilakukan 19–26 Oktober, sedangkan di Pule Payung dilaksanakan 20–27 Oktober. Selama tujuh hari pelatihan, peserta yang seluruhnya merupakan SDM di dua destinasi wisata itu mendapat  sosialisasi aturan dalam AKB, pelatihan penghitungan carrying capacity, alur wisatawan, pemetaan zonasi wisatawan, visitor management, layanan prima, dan Sapta Pesona. Di samping itu juga dilakukan pembuatan SOP yang melibatkan lembaga sertifikasi yang digandeng oleh BOB, yaitu Lembaga Sertifikasi Usaha (LSU) Pariwisata Bhakti Mandiri Wisata Indonesia (BMWI).

Indah mengatakan pelatihan dan pendampingan ini merupakan salah satu bagian dari upaya BOB untuk menciptakan harmonisasi, koordinasi, pengembangan dan pembangunan destinasi wisata di wilayah DIY-Jateng. “Dengan kegiatan ini nantinya kami upayakan agar titik-titik destinasi yang sudah mengikuti pelatihan bisa buka secara bersamaan agar saat nanti wisatawan yang datang punya banyak pilihan berwisata. Dengan punya pilihan yang banyak tentu bisa membuat lama tinggal wisata yang lebih lama,” katanya.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf, Wisnu Bawa Tarunajaya, berharap kegiatan ini bisa benar-benar membuat SDM pariwisata di DIY dan Jateng lebih siap dalam menyambut wisatawan, baik mancanegara maupun domestik yang berkunjung di masa pandemi Covid-19.