Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Aktivitas kunjungan wisata di Pantai Ngandong, Sidoharjo, Tepus, Gunungkidul. . Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) wisata Gunungkidul yang menembus lebih dari Rp5 miliar pada awal 2026 memunculkan optimisme DPRD bahwa sektor pariwisata mampu menjadi penopang utama pendapatan daerah hingga mencapai Rp60 miliar dalam setahun.
Penguatan PAD wisata tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan ditopang oleh perbaikan tata kelola retribusi, penggantian petugas penarik retribusi, serta penataan kawasan wisata yang mulai berdampak langsung terhadap lonjakan kunjungan, terutama di kawasan Pantai Sepanjang, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari.
Ketua DPRD Gunungkidul, Endang Sri Sumiyartini, menilai upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul pada sektor pariwisata sejak akhir 2025 mulai menunjukkan hasil konkret pada awal tahun ini. Peningkatan kualitas pengelolaan tersebut dinilai berbanding lurus dengan meningkatnya jumlah wisatawan dan pendapatan daerah.
Capaian PAD wisata yang telah mencapai Rp5,4 miliar hanya dalam satu bulan menjadi indikator awal bahwa kebijakan yang diterapkan mulai berjalan efektif.
“Ini jelas positif karena kebijakan yang diterapkan pemkab mulai membuahkan hasil,” kata Endang, Kamis (29/1/2026).
Endang menyebut capaian tersebut semakin menguatkan keyakinan DPRD bahwa PAD dari sektor kepariwisataan masih sangat mungkin ditingkatkan sepanjang 2026. Ia mengungkapkan bahwa dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026, DPRD sempat mendorong agar target PAD wisata dinaikkan hingga Rp60 miliar.
Namun, usulan tersebut belum sepenuhnya disetujui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang memilih mematok target pendapatan lebih rendah, yakni di kisaran Rp36 miliar.
“Sempat berjalan alot dan beberapa kali rapat agar PAD dari wisata bisa dinaikan secara signifikan. Tapi, eksekutif hanya berani mematok pendapatan di kisaran Rp30 miliar,” katanya.
Ia berharap performa pendapatan pada awal tahun ini dapat dijaga konsistensinya hingga akhir 2026. Dengan asumsi minimal pendapatan Rp5 miliar per bulan, maka potensi PAD wisata dalam setahun dinilai bisa melampaui Rp60 miliar.
“Tentunya harus konsisten dengan menekan potensi kebocoran dan promosi wisata yang massif. Kami [DPRD] akan ikut menagawasi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang dimiliki,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, menyampaikan bahwa pendapatan dari sektor retribusi wisata pada awal 2026 mengalami lonjakan signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Ia memaparkan bahwa pada Januari 2024 jumlah kunjungan wisatawan tercatat sebanyak 248.005 orang dengan pendapatan retribusi sebesar Rp1.925.576.295. Kondisi tersebut berbeda jauh dengan capaian pada awal 2026.
Hingga Jumat (23/1/2026), jumlah pengunjung tercatat mencapai 435.151 orang dengan PAD yang diperoleh sebesar Rp5.499.675.250.
“Pendapatan sekarang dengan tahun lalu, selisihnya sekitar Rp3,5 miliar. Sebab, di awal 2026 ada kenaikan pendapatan mencapai 185,6%,” kata Eko.
Eko menjelaskan, kunjungan wisatawan masih didominasi kawasan pantai, seiring bertambahnya destinasi wisata baru yang memberikan daya tarik tambahan bagi pengunjung. Faktor ini dinilai berkontribusi besar terhadap peningkatan jumlah kunjungan dan pendapatan.
“Di Pantai Drini [di Kalurahan Banjarejo, Tanjungsari] ada destinasi baru On The Rock sehingga ikut mendongkrak kunjungan,” katanya.
Menurut Eko, tren peningkatan jumlah pengunjung dan pendapatan daerah masih berpotensi berlanjut dalam beberapa bulan ke depan. Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul terus mengupayakan berbagai langkah agar target PAD wisata 2026 sebesar Rp36,4 miliar dapat terpenuhi.
Evaluasi dan penguatan pengelolaan dilakukan dengan berkaca pada capaian tahun sebelumnya, ketika target PAD wisata 2025 sebesar Rp33,5 miliar tidak sepenuhnya tercapai dan hanya terealisasi Rp30,4 miliar. “Kami tidak ingin target pendapatan tahun ini kembali meleset,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.