Gerindra Sleman Bangun Kantor Baru, Targetkan Rampung Februari 2027
DPC Gerindra Sleman membangun kantor permanen di Jalan Magelang. Ditargetkan rampung Februari 2027 dan menjadi rumah aspirasi masyarakat.
Gunung Merapi mengeluarkan awan panas dan lava pijar pada Senin (18/2/2019) pagi. Kondisi tersebut terpantau dari daerah Bimomartani, Ngemplak, Sleman./Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, SLEMAN- Ketua Komunitas Siaga Merapi di Balai Kalurahan Glagaharjo, Rambat Wahyudi mengatakan skenario evakuasi warga jika status Merapi meningkat sudah disiapkan.
Bahkan jika evakuasi dilakukan dengan prokes juga siap dilaksanakan baik oleh warga maupun relawan. "Kami sudah siapkan barak dan lainnya termasuk kesiapsiagaan relawan. Masyarakat juga dihimbau untuk mempersiapkan diri terutama surat-surat berharga," ujar Rambat, Minggu (2/11/20200.
Dia menjelaskan untuk warga wilayah Glagaharjo terdapat beberapa titik barak yang disiapkan. Selain Balai Kalurahan, barak pengungsian yang disiapkan berada di SD Muhammadiyah Cepit, Barak Gayam dan Barak Sindumartani. "Barak juga kami upayakan dengan prokes. Cuma yang disiapkan saat ini baru fasilitas cuci tangan saja dan pengecekan kapasitas barak," kata Rambat.
Baca juga: Aktivitas Merapi Meningkat, Kegiatan Pariwisata Hingga Penambangan Berjalan Normal
Dia juga meminta perhatian khusus terkait jalur evakuasi di perbatasan antara Sleman dan Klaten. Menurutnya, jalur tersebut menjadi satu-satunya jalud evakuasi di perbatasan. Hanya saja, lebar jalan yang dimiliki tidak memadai jika digunakan baik oleh warga Sleman maupun Klaten.
"Kalau semuanya dievakuasi, jelas kondisi jalan tidak mamadai. Sebab jalan ini akan digunakan evakuasi warga di wilayah Balerante, Panggang dan Glagaharjo. Kalau semua mengungsi ke bawah jalan terlalu sempit karena semua warga turun akses evakuasi satu," ujarnya.
Carik Kalurahan Kepuharjo, Cangkringan, Tulus Budiwinarno mengatakan aktivitas masyarakat berjalan normal. Tidak ada perasaan panik yang muncul meskipun BPPTKG menjelaskan adanya peningkatan aktivitas di Merapi.
Baca juga: Penampilan Pamungkas di Prambanan Jazz Festival 2020 Dihentikan Gara-gara Hujan Lebat
"Tidak ada kepanikan di masyarakat. Biasa saja, semua berjalan normal. Masyarakat akan tetap mematuhi apa yang direkomendasikan oleh pemerintah," katanya.
Apalagi, katanya, review rencana kontijensi (Renckon) menghadapi bencana Merapi agar sesuai protokol kesehatan (prokes) sudah dilakukan. Hanya saja sampai saat ini masih belum dilakukan simulasi. Menurutnya, simulasi penanganan bencana sesuai protokol kesehatan perlu dilakukan agar masyarakat memahami dan tidak kebingungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPC Gerindra Sleman membangun kantor permanen di Jalan Magelang. Ditargetkan rampung Februari 2027 dan menjadi rumah aspirasi masyarakat.
Cek jadwal DAMRI YIA-Jogja Senin 12 Oktober 2026, lengkap dengan jam keberangkatan ke Sleman, Condongcatur, Gamping, dan tarif Rp80.000.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin, 12 Oktober 2026. Tersedia 10 perjalanan dari Stasiun Yogyakarta dan Kutoarjo.
Jadwal KA Bandara YIA Senin, 12 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan reguler. Cek jam keberangkatan dari Jogja, Wates, dan YIA.
Kader Gerindra Sleman menggelar Gerakan Indonesia Asri di Tlogo Putri, Kaliurang, dengan menanam pohon, menebar benih ikan, dan membagikan sembako.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin, 12 Oktober 2026 tersedia dalam 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan di setiap stasiun.