Jangan Asal Bunyikan Klakson, Ini 5 Etika yang Wajib Diketahui
Klakson bukan alat untuk melampiaskan emosi. Simak lima etika membunyikan klakson agar berkendara lebih aman, nyaman, dan tidak memicu konflik.
Suasana di rumah duka dalang Ki Seno Nugraha, Rabu (4/11/2020). /Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, BANTUL - Meninggalnya dalang muda kenamaan, Ki Seno Nugraha karena indikasi serangan jantung, meninggalkan duka yang mendalam.
Sebab, sebelum meninggal, Ki Seno sempat bersepeda di sekitar rumah.
Manajer Ki Seno, Gunawan Widagdo menceritakan, awalnya Ki Seno sempat bersepeda bersama dengan tetangganya pada Selasa (3/11/2020) sore. Namun, di tengah jalan, Ki Seno merasakan sakit hingga harus dijemput warga untuk bisa sampai di rumahnya.
Baca juga: Wawali Heroe: Ki Seno Adalah Rajanya Dalang Live Streaming
Sesampai rumah, kondisi Ki Seno dilaporkan membaik. Namun, usai maghrib, Ki Seno kembali merasakan sakit dan muntah-muntah sehingga harus dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Gamping untuk mendapatkan perawatan.
Saat masuk UGD, Seno masih dalam keadaan sadar. Sebelum akhirnya, kondisinya semakin memburuk dan dipindah ke ICCU.
"Sempat muntah-muntah juga, sebelum akhirnya diketahui jika ada penyumbatan pada pembuluh darah jantung. Penyumbatan itu 100 persen sehingga membuat beliau meninggal dunia pada pukul 22.15 WIB," katanya, saat ditemui di rumah duka, Rabu (4/11/2020) pagi.
Baca juga: Dalang Kondang Ki Seno Nugroho Tutup Usia, Ini Profilnya...
Menurut Gunawan, keluhan yang dialami oleh Ki Seno, bukan kali pertama. Sebelumnya, Ki Seno sempat masuk RS PKU Muhammadiyah Gamping untuk mendapatkan perawatan pada September lalu. Dari pemeriksaan, saat itu ada penggumpalan sel darah.
“Saat itu diberi obat dan diperbolehkan pulang. Kami pun kembali mementaskan wayang climen smapai tanggal 2 November,” lanjutnya.
Selain penggumpalan sel darah, Ki Seno, lanjut Gunawan, Ki Seno juga punya riwayat asam lambung. Selain itu, Ki Seno juga sempat berhenti merokok.
“Tapi tidak berlangsung lama,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Klakson bukan alat untuk melampiaskan emosi. Simak lima etika membunyikan klakson agar berkendara lebih aman, nyaman, dan tidak memicu konflik.
Budi Gunadi Sadikin mengungkap alasan maju sebagai calon Dirjen WHO. Ia menyebut pencalonan tersebut merupakan amanah Presiden Prabowo.
Investor di kawasan JJLS Gunungkidul diminta mematuhi perizinan dan menjaga lingkungan setelah Kelok 23 selesai dibangun.
Posko GRIB Jaya di Kebon Jeruk terbakar pada Senin dini hari. Polisi menyebut api diduga berasal dari korsleting listrik.
Harga daging sapi rata-rata Rp143.000 per kg. Mendag Budi Santoso mengungkap masalah impor dan distribusi pasokan yang belum merata.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendukung Program Rumah Cahaya yang diinisiasi Yayasan Pahlawan Harapan Sejahtera Indonesia Emas (PHSI)