Gus Palsu Tipu Warga Boyolali Rp105,3 Juta, Uang Dipakai Judi Online
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
Ki Seno Nugroho saat pertunjukan wayang live streaming. /Ist-tangkapan layar Youtube Dalang Seno
Harianjogja.com, JOGJA- Ki Seno Nugroho, seorang dalang kondang asal Jogja mengembuskan nafas terakhirnya pada Selasa (3/11/2020) malam. Kabar itu pun sontak memunculkan ucapan belansungkawa dari berbagai kalangan. Salah satunya dari Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi.
“Untuk kesekian kalinya kita kehilangan tokoh seniman dan budayawan yg meninggal di puncak ketenarannya, puncak kejayaannya. Kita kehilangan besar atas meninggalnya dalang yg penggemarnya meliputi seluruh Indonesia. Pertunjukannya juga tidak hanya sekitar Jogja atau Jawa, tapi di berbagai pulau di Indonesia,” ujar Heroe pada Rabu (4/11/2020) pagi.
Ki Seno Nugroho bukanlah seniman biasa. Ia merupakan pedalang jempolan. Ia dipandang sebagai figur yang mampu mengangkat popularitas seni tradisi hingga tetap eksis seperti sekarang. Buktinya, sampai pagelarannya yang terakhir, banyak orang yang masih menonton, kendati tak secara langsung.
Baca juga: Kabar Duka: Dalang Kondang Ki Seno Nugroho Meninggal Dunia
Sebagai dalang yang juga seorang seniman wayang kulit terkenal, Ki Seno Nugroho dapat dengan mudahnya menyedot atensi masyarakat. Kata Heroe, Ki Seno Nugroho punya dua channel di Youtube. Ketika tengah siaran langsung melalui platform tersebut, jumlah penonton bisa sampai 20.000 lebih.
“Saya kira dialah rajanya live streaming. Yang tiap malam dalam cerita wayang climen atau cerita singkat yang hanya dua jam, bisa dilihat secara live lebih dari 8.000 penonton,” lanjutnya.
Ki Seno Nugroho, kata Heroe lebih dari sekadar dalang. Namun ia juga merupakan seorang tokoh inspiratif di tengah pandemi. Saat pertunjukan seni terhalang oleh ketidakhadiran penonton dan pembatasan waktu pentas, Ki Seno Nugroho tak habis akal. Ia tetap berkarya sebagaimana seorang seniman. Hebatnya lagi, Ki Seno Nugroho bahkan sanggup menuai sukses kala menggelar siaran langsung melalui kanal Youtube.
Baca juga: Dalang Kondang Ki Seno Nugroho Tutup Usia, Ini Profilnya...
“Dengan live streaming dan waktu pertunjukan diringkas hanya dua jam, dan itu sukses. Kenapa sukses? Sebab hampir tiap malam selama masa pendemi pertunjukan Ki dalang Seno Nugroho banyak ditanggap orang dan selalu dihadiri banyak penggemarnya secara live,” katanya.
Menurut Heroe, kesuksesan Ki Seno Nugroho menggelar pertunjukan daring mengukuhkannya sebagai dalang populer alias banyak penggemarnya. Tak hanya populer, tapi juga mampu memberikan pengaruh kepada dalang-dalang lain ihwal pola pertunjukan.
Heroe mengatakan, Ki Seno Nugroho masih tercatat sebagai warga ber-KTP Kota Jogja. Hampir tiap hari Heroe menyempatkan waktu untuk menonton Ki Seno Nugroho beraksi. Meski, ia akui, tak selalu sampai akhir cerita.
“Selama jalan Dalang kesayangan, dalang yang membuat pembaruan dan keluwesan untuk memberikan hiburan yang mendidik semoga segera muncul seniman dalang-dalang lainnya yang bisa meraih popularitas dan memajukan seni budaya pewayangan,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
Google Drive penuh padahal file sudah dihapus? Penyebabnya bisa karena file di Trash, e-mail Gmail, atau foto Google Photos yang menumpuk. Simak cara mengatasin
Gempa NTT berdampak pada sejumlah fasilitas transportasi. Menhub Dudy Purwagandhi memerintahkan pemeriksaan pelabuhan, terminal, dan bandara.
Tiga kalurahan di Bantul baru memiliki satu pendaftar calon lurah. Jika tak ada tambahan calon, Pilur bisa melawan kotak kosong.
Donny Damara dan Dimas Aditya mengungkap tantangan syuting film Munafik Indonesia, termasuk mantra Jawa kuno dan bacaan Al Quran.
Presiden Prabowo menyebut digitalisasi bansos telah berjalan di 153 kabupaten/kota dan menjangkau lebih dari 3 juta keluarga.