Dies Natalis UNSA ke-28, Astrid Soroti Makna Estafet Antargenerasi
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Kevikepan Yogyakarta Keuskupan Agung Semarang angkat bicara terkait pemberitaan 18 paroki di Sleman dikaitkan dengan pasangan calon (paslon) tertentu pada Pilkada Sleman. Kevikepan menilai jika berita tersebut sama sekali tidak mewakili sikap gereja Katolik.
Vikep DIY Romo Adrianus Maradiyo Pr melalui rilis yang diterima Harian Jogja, mengatakan sikap gereja Katolik dalam hal politik tegas. Gereja tidak pernah menyatakan mendukung salah satu paslon kontestan Pilkada saja namun gereja menerima siapa saja yang datang dan bersilaturrahmi dalam usaha bersama mewujudkan peradaban kasih dan tercapainya kesejahteraan umum.
"Keputusan politik untuk memilih berada di masing-masing pribadi yang mempunyai tanggungjawab moral dan politik sebagai warga negara. Kelompok-kelompok orang Katolik tidak pernah bisa mewakili sikap Gereja dalam menentukan sikap dan pilihan politik tertentu," katanya, Kamis (5/11/2020).
Baca juga: NU Makin Solid, 18 Paroki di Sleman Beri Dukungan untuk DWS-ACH
Diberitakan sebelumnya, Koordinator Jaringan Katolik (Jarkatol) Sleman, Kari Tri Adji mengatakan umat Katolik siap mendukung dan bergerak untuk membantu NU. "Pada Pilkada Sleman tahun ini, NU punya gawean. Karena saudara tua kami sedang punya hajat, maka kami akan membantu NU. Selama ini kami juga sering dibantu oleh NU," katanya.
Menurut Kari, dukungan 74.200 jemaat dari 18 paroki di Sleman untuk membantu NU bukan tanpa pemikiran matang. Dukungan tersebut diberikan bukan hanya masalah balas jasa umat Katolik kepada NU, tetapi lebih dari pada itu. Paslon nomor satu, katanya bukan paslon abal-abal.
"Secara sejarah, afiliasi politik umat katholik memang ke PDIP, tapi saat bicara NU faktanya mereka yang sering membantu kami. Kami, seluruh paroki di Sleman kompak untuk mendukung paslon nomor satu, DWS-ACH,"katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.