Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Garin Nugroho, penerima Anugerah Budaya 2020, di Bangsal Kepatihan, Kamis (19/11/2020)-Harian Jogja/Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA--Sineas kawakan kelahiran Jogja, Garin Nugroho, bersama sejumlah pelaku seni lainnya menerima Anugerah Kebudayaan DIY 2020 dalam kategori Pelestari dan/atau Pelaku Seni, yang diberikan langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, di bangsal Kepatihan, Kamis (19/11/2020).
Anugerah ini kata dia, cukup istimewa karena tidak memandang persoalan administratif seperti KTP seniman, namun lebih pada kontribusi seniman. Di samping itu, ia juga mengaku meski sudah mendapat lebih dari 70 penghargaan film, baru kali ini mendapatkan Anugerah Budaya dari daerah kelahirannya sendiri.
“Kalau penghargaan kebudayaan tertinggi di Prancis, Itali, Singapore, Roma pernah. Tapi paling mengharukan di Jogja. Karena kayak dari rumah sendiri, pakai baju Jawa, jadi merasakan senang sekarang. Hampir enam kota di dunia yang memberi penghargaan kebudayaan. Paling menyentuh dari kota sendiri,” ungkapnya.
Ia menceritakan Jogja merupakan tempatnya tumbuh besar. Menurutnya, Jogja adalah ruang bermain sekaligus museum hidup yang sangat mendukung untuk berkreatifitas. Beberapa film racikannya yang mengambil latar di Jogja di antaranya Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015) dan Daun di Atas Bantal (1998).
Pandemi Covid-19 kata dia, berpengaruh besar pada industri perfilman. Meski demikian dengan munculnya platform virtual, perfilman sudah mulai menggeliat lagi. Saat ini ia tengah bekerja sebagai penulis skenario dan desain produksi untuk film produksi Netflix yang berlokasi di Bali.
Anugerah Budaya DIY 2020 ini diberikan total kepada 24 orang, yang terbagi dalam lima kategori, meliputi Pelestari dan/Pelaku Seni, Kreator, Budayawan, Pelaku dan/Pelestari Adat, Pelaku dan/atau Pelestari Cagar Budaya.
Pada kategori Budayawan, salah satu penerimanya adalah Peter Carey, sejarawan asal Inggris yang memfokuskan kajiannya pada Indonesia, khususnya Jawa dan Pangeran Diponegoro. Salah satu karyanya yang terkenal yakni Kuasa Ramalan: Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa, 1785-1855.
BACA JUGA: Ribuan Kera Ekor Panjang Serang Lahan Pertanian di Bantul
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, menuturkan tahun ini, penerima Anugerah Kebudayaan dibuat lebih luas dan beragam. “Baru kali ini kami memberi penghormatan kepada pakar asing, sejarawan Oxford Inggris, Peter Carey, yang meneliti sosok Pangeran Diponegoro,” ungkapnya.
Pemberian penghargaan ini kata dia, merupakan upaya agar warisan budaya dapat dikembangkan tanpa kehilangan ruhnya, khususnya bagi generasi muda. Ia berharap penghargaan ini bukan menjadi babak akhir, melainkan pemicu usaha konservasi para seniman.
Caption: Para Penerima Anugerah Budaya 2020, di Bangsal Kepatihan, Kamis (19/11/2020)-Harian Jogja/Lugas Subarkah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Daftar harga ban mobil September 2026 dari BF Goodrich, Bridgestone, Dunlop hingga Pirelli, mulai Rp489 ribuan per unit.
Gelombang tinggi membuat nelayan Kulonprogo berhenti melaut tiga bulan. Kini mereka kembali melaut, tetapi aktivitas masih terbatas.
Han So Hee ingin menikah sebelum usia 40 tahun dan memiliki anak. Ia bahkan siap vakum dari dunia hiburan demi mendampingi anak.
Ganfan Yingying, kreator konten makanan dengan 1,2 juta pengikut, meninggal di usia 24 tahun akibat kebiasaan memuntahkan makanan. Simak pesan terakhirnya!
Penjualan mobil Agustus 2026 tembus 81.756 unit secara wholesales dan 83.422 unit retail, menjadi rekor tertinggi tahun ini.