Kalah dari Persebaya, PSIM Jogja Tertahan di Posisi Ke-12 Klasemen
PSIM Jogja tertahan di posisi ke-12 klasemen sementara Super League seusai kalah 0-1 dari Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo.
Ilustrasi monyet/Pixabay
Harianjogja.com, BANTUL--Ribuan kera ekor panjang dilaporkan menyerang ratusan hektare lahan pertanian yang ada di Kecamatan Dlingo, Bantul, dalam beberapa pekan terakhir.
Alhasil, banyak lahan pertanian di dua wilayah yakni padukuhan Pakis 2, Dlingo dan padukuhan Cempluk, Dlingo yang rusak.
Camat Dlingo Deni Ngajis Hartono mengatakan khusus untuk di padukuhan Cempluk, Dlingo, serangan kera ekor panjang telah terjadi beberapa pekan terakhir. Sejumlah usaha juga telah dilakukan oleh warga untuk mengusir keberadaan kera ekor panjang tersebut.
BACA JUGA : Kera Ekor Panjang di Kulonprogo Mati Tersengat Listrik
“Namun, belum berdampak signifikan. Oleh karena itu, dalam waktu dekat kami akan berkoordinasi dengan DP2KP [Dinas Pertanian, Pangan Kelautan dan Perikanan] Bantul untuk mencari cara untuk mengusir serangan kera tersebut,” kata Deni, Kamis (19/11/2020).
Menurut Deni, ribuan kera ekor panjang tersebut menyerang ratusan hektare lahan pertanian diduga karena stok makanan di habitatnya habis. Sehingga mereka mendatangi lahan warga dan merusak lahan pertanian warga.
“Untuk itu, berbagai langkah akan diambil, agar masalah ini segera terselesaikan,” lanjutnya.
Serangan kera ekor panjang juga terjadi di padukuhan Pakis 2, Dlingo yang berbatasan dengan Kelurahan Banyusoca, Playen, Gunungkidul.
BACA JUGA : Di Kawasan Nglanggeran, Monyet Ekor Panjang Mulai Turun
Salah satu warga, Sujoko mengatakan, akibat serangan kera ekor panjang, ratusan hektare lahan pertanian di wilayahnya rusak. Berbagai upaya, lanjut dia, juga telah dilakukan oleh warga untuk mengusir ribuan kera tersebut.
Mulai dari menebar jaring perangkap hingga ronda tiap siang dan malam pun mereka lakukan, namun tetap saja kera ekor panjang menyerang.
Karena serangan dilakukan secara masif, para petani di Pakis 2 pun memilih meninggalkan ladangnya dan membiarkan lahan terbengkelai.
“Karena mereka takut rugi besar karena tanaman bakal habis dimakan. Kami sudah lapor ke dinas terkait, tapi belum direspons,” ungkap dia.
BACA JUGA : Warga Wates Resah dengan Monyet Ekor Panjang yang
Kepala DP2KP Bantul Yus Warseno mengungkapkan, sampai kini pihaknya belum menerima laporan terkait dengan serangan ribuan kera ekor panjang di Kecamatan Dlingo. Meski demikian, pihaknya siap untuk berkoordinasi untuk mengatasi serangan ribuan ekor panjang.
“Solusinya, ya semacam memberikan stok makanan, seperti yang di Bali. Karena jika diusir dengan jalan ditembaki atau gropyokan jelas sulit,” ungkap Yus Warseno.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSIM Jogja tertahan di posisi ke-12 klasemen sementara Super League seusai kalah 0-1 dari Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo.
Marc Marquez geser Jorge Martin di puncak klasemen MotoGP 2026 usai GP San Marino. Keduanya sama-sama 274 poin, Marquez unggul jumlah kemenangan
Motorola mengisyaratkan Razr baru dengan desain lipat buku. Berbeda dari clamshell, perangkat ini masih dirahasiakan spesifikasi dan jadwalnya.
Kelok 23 Gunungkidul-Bantul mulai uji coba 14-20 September. Simak jam operasional dan kendaraan yang boleh melintas.
Scam wisatawan makin canggih. Kenali pembajakan reservasi hotel dan pesan penerbangan palsu agar tidak kehilangan uang saat liburan.
Agenda Jogja Senin 14 September 2026 diramaikan FKY Sleman Day, Festival Literasi, hingga cek kesehatan gratis.