WhatsApp Uji Fitur Perluas Foto AI di iPhone
WhatsApp menguji fitur perluas foto berbasis Meta AI di iPhone. Pengguna bisa mengubah bingkai gambar langsung sebelum membagikannya.
Ilustrasi monyet/Pixabay
Harianjogja.com, BANTUL--Ribuan kera ekor panjang dilaporkan menyerang ratusan hektare lahan pertanian yang ada di Kecamatan Dlingo, Bantul, dalam beberapa pekan terakhir.
Alhasil, banyak lahan pertanian di dua wilayah yakni padukuhan Pakis 2, Dlingo dan padukuhan Cempluk, Dlingo yang rusak.
Camat Dlingo Deni Ngajis Hartono mengatakan khusus untuk di padukuhan Cempluk, Dlingo, serangan kera ekor panjang telah terjadi beberapa pekan terakhir. Sejumlah usaha juga telah dilakukan oleh warga untuk mengusir keberadaan kera ekor panjang tersebut.
BACA JUGA : Kera Ekor Panjang di Kulonprogo Mati Tersengat Listrik
“Namun, belum berdampak signifikan. Oleh karena itu, dalam waktu dekat kami akan berkoordinasi dengan DP2KP [Dinas Pertanian, Pangan Kelautan dan Perikanan] Bantul untuk mencari cara untuk mengusir serangan kera tersebut,” kata Deni, Kamis (19/11/2020).
Menurut Deni, ribuan kera ekor panjang tersebut menyerang ratusan hektare lahan pertanian diduga karena stok makanan di habitatnya habis. Sehingga mereka mendatangi lahan warga dan merusak lahan pertanian warga.
“Untuk itu, berbagai langkah akan diambil, agar masalah ini segera terselesaikan,” lanjutnya.
Serangan kera ekor panjang juga terjadi di padukuhan Pakis 2, Dlingo yang berbatasan dengan Kelurahan Banyusoca, Playen, Gunungkidul.
BACA JUGA : Di Kawasan Nglanggeran, Monyet Ekor Panjang Mulai Turun
Salah satu warga, Sujoko mengatakan, akibat serangan kera ekor panjang, ratusan hektare lahan pertanian di wilayahnya rusak. Berbagai upaya, lanjut dia, juga telah dilakukan oleh warga untuk mengusir ribuan kera tersebut.
Mulai dari menebar jaring perangkap hingga ronda tiap siang dan malam pun mereka lakukan, namun tetap saja kera ekor panjang menyerang.
Karena serangan dilakukan secara masif, para petani di Pakis 2 pun memilih meninggalkan ladangnya dan membiarkan lahan terbengkelai.
“Karena mereka takut rugi besar karena tanaman bakal habis dimakan. Kami sudah lapor ke dinas terkait, tapi belum direspons,” ungkap dia.
BACA JUGA : Warga Wates Resah dengan Monyet Ekor Panjang yang
Kepala DP2KP Bantul Yus Warseno mengungkapkan, sampai kini pihaknya belum menerima laporan terkait dengan serangan ribuan kera ekor panjang di Kecamatan Dlingo. Meski demikian, pihaknya siap untuk berkoordinasi untuk mengatasi serangan ribuan ekor panjang.
“Solusinya, ya semacam memberikan stok makanan, seperti yang di Bali. Karena jika diusir dengan jalan ditembaki atau gropyokan jelas sulit,” ungkap Yus Warseno.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WhatsApp menguji fitur perluas foto berbasis Meta AI di iPhone. Pengguna bisa mengubah bingkai gambar langsung sebelum membagikannya.
Polda DIY menyita 6.182 botol miras ilegal dan membongkar empat industri rumahan miras oplosan di Bantul.
CPNS 2026 direncanakan dibuka November. Simak informasi jadwal pendaftaran, perkiraan 160.000 formasi, dan syarat umum seleksi.
Potensi EBT Indonesia mencapai 3.688 GW, tetapi pemanfaatannya masih di bawah 0,5%. DEN mengungkap kendala investasi dan teknologi.
Baliho Matahari di pintu masuk Jogja City Mall terbakar Sabtu dini hari. Kebakaran diduga dipicu percikan api alat las.
Asita DIY menyambut diskon transportasi Nataru 2026/2027 dan berharap stimulus meningkatkan kunjungan serta belanja wisatawan di Jogja.